Geser Kebawah
BisnisEnergi

Belanja Modal PGN 2026 Naik 14 Persen Jadi Rp6 Triliun

110
×

Belanja Modal PGN 2026 Naik 14 Persen Jadi Rp6 Triliun

Sebarkan artikel ini
Belanja Modal PGN 2026 Naik 14 Persen Jadi Rp6 Triliun
PGN alokasikan belanja modal PGN USD 353 juta tahun 2026 untuk infrastruktur dan sektor hulu. Cek rencana ekspansi jargas serta pipa Tegal-Cilacap di sini!

Strategi Integrasi dan Ekspansi Bisnis Berkelanjutan

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengalokasikan belanja modal PGN (CAPEX) sebesar USD 353 juta atau setara Rp 6 triliun untuk tahun buku 2026.

Nilai tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan alokasi pada periode tahun sebelumnya.

Arah kebijakan anggaran ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur gas bumi serta mendukung agenda ketahanan energi nasional secara terintegrasi.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyampaikan bahwa strategi perusahaan pada periode mendatang akan berfokus pada pertumbuhan yang kredibel.

Perusahaan menitikberatkan penguatan operasional pada konsolidasi portofolio bisnis serta ekspansi yang bersifat selektif dan bernilai tambah.

Pendekatan ini diimbangi dengan disiplin keuangan yang ketat serta penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi di setiap lini operasional.

Fokus Pengembangan Infrastruktur Transmisi dan Distribusi

Manajemen mengalokasikan dana sebesar USD 219 juta secara khusus untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas nasional.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan pipa gas bumi maupun metode distribusi non-pipa seperti CNG dan LNG guna menjangkau segmen industri.

Berdasarkan keterangan resmi pada Senin (9/3/2026), proyek prioritas meliputi perluasan jaringan gas rumah tangga di wilayah Sumatera dan Jawa.

Perseroan juga akan mengeksekusi pembangunan Pipa Tegal-Cilacap serta perpanjangan jalur Pipa Sei Mangkei sebagai bagian dari penguatan jaringan.

Pengembangan terminal regasifikasi baru di wilayah Jawa Timur turut menjadi agenda utama dalam penyerapan belanja modal PGN tahun depan.

Inisiatif bisnis rendah karbon seperti pengembangan biomethane mulai dikembangkan sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang bagi keberlanjutan usaha.

Optimalisasi Sektor Hulu dan Target Reduksi Emisi

Sektor hulu mendapatkan alokasi anggaran sebesar USD 134 juta untuk mengoptimalkan eksplorasi serta meningkatkan angka lifting migas nasional.

Dana tersebut akan difokuskan pada kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja Pangkah, Ketapang, serta area Fasken untuk memperkuat cadangan energi.

Program kerja lainnya meliputi perpanjangan kontrak kerja sama di WK Pangkah dan pelaksanaan survei seismik 3D secara komprehensif.

Perusahaan menetapkan target pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen sebagai bentuk komitmen nyata terhadap aspek perlindungan lingkungan.

Arief Kurnia Risdianto menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemangku kepentingan kunci menjadi landasan utama dalam menjaga transparansi prospek bisnis.

Sinergi yang erat diharapkan mampu menjaga keselarasan pemahaman terhadap ekspektasi pasar di tengah fluktuasi harga energi global yang dinamis.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan