BisnisPerdagangan & Industri

Bencana Alam dan Low Season Turunkan Penumpang Udara

164
bencana alam dan low season turunkan penumpang udara kompres
Penumpang udara domestik turun 7,45% November 2024 akibat low season dan erupsi Gunung Lewotobi, sementara kebijakan tarif pesawat memacu mobilitas di Nataru.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada November 2024 mencapai 4,9 juta orang, menurun sebesar 7,45% dibandingkan bulan sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama, yakni musim permintaan rendah atau low season dan bencana alam berupa erupsi Gunung Lewotobi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Erupsi ini menyebabkan beberapa bandara tutup sementara, mengganggu aktivitas penerbangan.

Meskipun November menunjukkan penurunan, secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2024, penumpang domestik tercatat sebanyak 57,7 juta orang, meningkat 1,25% dibandingkan periode yang sama pada 2023. Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan udara internasional pada November 2024 mencapai 1,6 juta orang, turun 6,35% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, secara kumulatif, penumpang internasional sepanjang Januari-November 2024 mencapai 17,3 juta orang, naik signifikan sebesar 21,86% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengaruh Kebijakan Nataru Memasuki akhir tahun, pemerintah memberlakukan kebijakan penurunan harga tiket pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Kebijakan ini mencakup potongan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50%, diskon harga avtur 5,3%, dan pengurangan biaya tambahan bahan bakar hingga 8%. Harga tiket pesawat domestik dipangkas hingga 10% untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong sektor pariwisata.

Dampaknya, tarif angkutan udara mengalami deflasi sebesar 1,59% secara bulanan pada Desember 2024. Hal ini berkontribusi pada inflasi bulanan sebesar 0,44% dan inflasi tahunan sebesar 1,57%. Kebijakan ini juga mendorong peningkatan jumlah penumpang udara selama masa Nataru. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan total penumpang udara dari 18 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025 mencapai 3.875.032 orang, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi Penerbangan Domestik Sebagian besar pergerakan penumpang selama Nataru adalah penerbangan domestik, dengan 3.015.813 orang melakukan perjalanan dalam negeri. Destinasi populer termasuk Denpasar, Kualanamu, dan Surabaya. Untuk penerbangan internasional, destinasi favorit adalah Singapura, Malaysia, dan Australia. Peningkatan signifikan juga dirasakan oleh maskapai nasional. Garuda Indonesia Group mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 24% selama masa Nataru, dengan total 77.552 penumpang dari Garuda Indonesia dan Citilink.

Bencana Alam dan Low Season Turunkan Penumpang Udara

Rencana Penambahan Armada Menjelang 2025, maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Pelita Air merencanakan penambahan armada untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Garuda Indonesia menargetkan menambah 20 pesawat pada 2025, dimulai dengan kedatangan dua armada Boeing pada Januari. Sementara itu, Pelita Air akan menambah enam pesawat Airbus, termasuk dua unit pesawat berbadan lebar untuk mendukung layanan penerbangan jamaah haji.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menyebutkan bahwa tantangan utama dalam penambahan armada adalah ketersediaan pesawat di pasar global. Namun, langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan penerbangan domestik dan internasional.

Tren penumpang angkutan udara Indonesia pada akhir 2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk musim permintaan, bencana alam, dan kebijakan tarif pemerintah. Dengan adanya upaya peningkatan layanan dan penambahan armada, sektor penerbangan diharapkan dapat terus tumbuh dan mendukung mobilitas masyarakat serta perekonomian nasional.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version