Perubahan Struktur Pemegang Saham: Gwie Gunawan Alihkan Kepemilikan
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), perusahaan yang bergerak di sektor produksi baja dan besi untuk konstruksi, baru saja mengumumkan perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya.
Gwie Gunawan, yang sebelumnya menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali, kini telah mengalihkan sahamnya kepada anggota keluarganya.
Dalam keterbukaan informasi pada 6 Februari 2025, Corporate Secretary BTON, Novi Tjahjaning Rahayu, menyatakan bahwa transaksi ini melibatkan 575 juta lembar saham atau setara dengan 79,86% kepemilikan BTON.
Saham tersebut kini beralih ke tangan Gwie Gunadi Gunawan dan Gwie Gunato Gunawan masing-masing sebesar 258.750.000 lembar.
Sementara itu, Gwie Ratna Djuwita Gunawan serta Wong Ratnawati masing-masing menerima 28.750.000 lembar saham, yang setara dengan 3,99% kepemilikan.
Struktur Kepemilikan Baru: Keluarga Tetap Mendominasi
Berdasarkan data per 30 September 2024, kepemilikan saham BTON setelah transaksi ini adalah sebagai berikut:
- Gwie Gunadi Gunawan & Gwie Gunato Gunawan: 517.500.000 lembar saham (79,86%)
- Jenny Tanujaya: 69.000.000 lembar saham (9,58%)
- Eddo Chandra: 36.300.000 lembar saham (5,04%)
- Masyarakat: 27.696.000 lembar saham (3,86%)
- Gwie Gunato Gunawan: 6.004.200 lembar saham (0,83%)
- Gwie Gunadi Gunawan: 5.999.800 lembar saham (0,83%)
Dengan perubahan ini, kendali atas BTON kini berada di tangan anak-anak dan istri Gwie Gunawan, memastikan bahwa perusahaan tetap dalam lingkup keluarga.
Dampak dan Implikasi bagi Bisnis BTON
Meski terjadi peralihan kepemilikan, manajemen BTON menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan berdampak besar pada operasional maupun keuangan perusahaan.
Menurut Novi, langkah ini lebih merupakan strategi internal yang bertujuan untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dalam keluarga.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi sejak 1995 dan melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2001, BTON telah dikenal sebagai pemain utama dalam industri baja konstruksi. Meski menghadapi persaingan ketat, perusahaan terus berupaya mempertahankan posisinya di pasar domestik.
Apa yang Bisa Diharapkan Investor?
Bagi investor, peralihan kepemilikan seperti ini sering kali menimbulkan berbagai spekulasi terkait arah kebijakan perusahaan di masa depan. Namun, dengan masih berada di bawah kendali keluarga Gwie, investor dapat berharap bahwa visi dan strategi bisnis BTON akan tetap konsisten.
Sejumlah analis menyatakan bahwa stabilitas manajemen dan kesinambungan kepemimpinan adalah faktor penting bagi emiten seperti BTON.
Selain itu, dengan permintaan baja yang terus tumbuh, prospek jangka panjang perusahaan ini masih memiliki peluang untuk bertumbuh meskipun industri mengalami tantangan tersendiri.
Dengan struktur kepemilikan yang baru ini, apakah BTON akan mampu meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnisnya? Waktu yang akan menjawab.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











