Target Kredit Direvisi BI, Bank Tetap Jaga Optimisme
JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah perlambatan laju kredit nasional, Bank Indonesia (BI) merevisi target pertumbuhan kredit tahun ini menjadi 8% hingga 11%.
Namun, pelaku industri perbankan tetap menunjukkan optimisme dan keyakinan mampu mencapai proyeksi awal masing-masing.
Hingga April 2025, BI mencatat pertumbuhan kredit hanya 8,88% secara tahunan (YoY), melambat dari 9,16% pada Maret dan menjadi yang terendah sepanjang tahun ini.
Respons BI atas tren tersebut cukup tegas, yakni dengan penyesuaian target yang sebelumnya berada di kisaran 11% hingga 13%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penurunan target bukan sinyal pesimisme. Menurutnya, kredit akan kembali tumbuh karena BI telah menyiapkan langkah stimulatif.
“BI akan mendorong pertumbuhan dengan penurunan suku bunga, perluasan insentif likuiditas, serta pelonggaran kebijakan makroprudensial, termasuk penyesuaian Rasio Pendanaan Luar Negeri dan Penyangga Likuiditas,” jelas Perry.
Kredit BCA Tumbuh Di Atas Target, Andalkan Sektor Potensial
Meski target nasional direvisi, bank-bank besar menunjukkan performa yang solid. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,8% YoY hingga April 2025 secara bank only, mencapai total Rp923 triliun. Angka ini bahkan melampaui target internal BCA sebesar 6%–8% untuk tahun ini.
EVP CSR BCA Hera F Haryn mengatakan bahwa pihaknya tetap menyalurkan pembiayaan secara selektif ke sektor potensial, dengan memperhatikan dinamika ekonomi dan kualitas calon debitur.
“Kami jaga keseimbangan pertumbuhan profitabilitas, likuiditas, serta kualitas kredit untuk jangka panjang,” ujarnya.
Allo Bank Bertumpu pada Retail, Targetkan Pertumbuhan Kompetitif
Bank digital seperti Allo Bank juga menunjukkan resiliensi. Direktur Utama Indra Utoyo mengungkapkan bahwa meski ekonomi belum sepenuhnya pulih, portofolio kredit Allo Bank tetap tumbuh 3,17% YoY menjadi Rp7 triliun per April 2025.
Pendorong utama berasal dari segmen ritel melalui produk PayLater, yang terus mencatat peningkatan baik dari jumlah nasabah maupun volume transaksi.
“Kami tetap yakin bisa mencatat pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri secara berkelanjutan,” tegas Indra.
Bank Mandiri Fokus pada Sektor Resilien, Target Kredit Tetap
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk juga tidak mengubah pandangan terhadap target pertumbuhan kredit tahun ini.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa pihaknya tetap mengacu pada proyeksi konsolidasi kredit tumbuh 10% – 12% secara tahunan hingga akhir 2025.
“Kami fokus pada pembiayaan sektor-sektor prospektif dan tangguh, serta tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian,” ucapnya.
Penyesuaian target oleh otoritas moneter rupanya tidak mengubah semangat bank-bank nasional untuk terus mendorong penyaluran kredit.
Dengan strategi terukur dan sektor yang tepat sasaran, industri perbankan berusaha memastikan pertumbuhan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.










