Manuver Non-Konvensional SDRA di Tengah Persaingan Ketat
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS merombak strategi pertumbuhan bisnis dengan meninggalkan pendekatan ekspansi konvensional. Perseroan kini beralih memperkuat kolaborasi dalam ekosistem kemitraan untuk merespons dinamika pasar perbankan yang semakin kompetitif di awal 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan momentum pertumbuhan tetap terjaga melalui integrasi layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan riil nasabah. Strategi ekosistem ini menjadi pembeda utama BWS dalam memenangkan ceruk pasar masyarakat urban.
Akselerasi Kredit Konsumsi: Sinergi Properti dan Insentif DP 0%
Fokus utama dalam strategi kolaborasi ini terlihat pada kemitraan strategis dengan pengembang properti papan atas, Sinar Mas Land. BWS menawarkan solusi pembiayaan properti yang sangat kompetitif berupa fasilitas uang muka atau DP 0 persen serta diskon harga hingga 24,5 persen untuk proyek tertentu.
Baca Juga
Program stimulan ini dirancang untuk berlaku hingga 31 Maret 2026 sebagai upaya mendorong akselerasi KPR Bank Woori Saudara. Penawaran ini muncul sebagai respons atas pulihnya daya beli masyarakat yang didukung oleh siklus suku bunga yang semakin akomodatif.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menilai bahwa menggandeng pengembang besar seperti Sinar Mas Land membuat risiko kredit lebih terukur. “Bank berupaya memperkuat portofolio KPR melalui proyek yang memiliki rekam jejak permintaan pasar yang kuat,” ujarnya dalam sebuah analisis pasar.
Ekspansi Lintas Sektor: Kesehatan sebagai Perekat Loyalitas
Diversifikasi ekosistem BWS merambah ke sektor kesehatan dengan menjalin sinergi bersama Kimia Farma dan Prodia. Kolaborasi ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi nasabah, sebuah nilai tambah yang melampaui produk keuangan tradisional.
Penyediaan akses layanan kesehatan ini dinilai sangat strategis untuk menyasar kalangan pekerja dan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi. Langkah ini bukan sekadar promosi, melainkan upaya membangun kedekatan emosional untuk meningkatkan retensi dan loyalitas nasabah.
Mitigasi Risiko: Fokus pada Segmen Payroll dan Pendapatan Tetap
Meski agresif dalam melakukan kemitraan, BWS tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Strategi ini secara spesifik membidik segmen nasabah yang relatif stabil, khususnya karyawan perusahaan melalui skema payroll dan kemitraan institusi.
Nasabah dengan pendapatan tetap dianggap memiliki profil risiko yang lebih terkontrol, terutama untuk produk KPR Bank Woori Saudara dan kredit multiguna. Model bisnis yang adaptif terhadap dinamika siklus ekonomi ini diharapkan mampu menjaga kualitas aset perseroan secara berkelanjutan.
Keberhasilan strategi jangka menengah ini akan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi di lapangan serta disiplin dalam pengelolaan risiko. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi SDRA untuk mengimbangi dominasi bank-bank besar di industri perbankan nasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







