Geser Kebawah
HeadlineKriptoPasar

Bitcoin Jatuh ke US$ 82 Ribu, ETF Spot Alami Outflow Besar

112
×

Bitcoin Jatuh ke US$ 82 Ribu, ETF Spot Alami Outflow Besar

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Jatuh Ke US 82 Ribu ETF Spot Alami Outflow Besar
Bitcoin turun ke US$ 82 ribu akibat tekanan jual dan outflow ETF Spot. Simak analisis terbaru pasar kripto.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar kripto kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, anjlok 2,1% ke level US$ 82.595 per koin atau sekitar Rp 1,35 miliar (kurs Rp 16.350). Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan sebesar 2,76% ke US$ 1.886 per koin, sementara Binance Coin (BNB) terkoreksi 3,04% ke US$ 598 per koin.

Kapitalisasi Pasar Kripto Turun

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (17/3/2025) pukul 06.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 2,61% menjadi US$ 2,69 triliun dalam 24 jam terakhir. Pelemahan Bitcoin semakin nyata setelah gagal mempertahankan posisi di atas US$ 85 ribu, meskipun indeks S&P 500 justru mencatat kenaikan 1,9%.

Sponsor
Iklan

Para analis menilai bahwa tekanan jual yang berlanjut, terutama dari investor institusional, menyebabkan pergerakan Bitcoin semakin melemah. Selain itu, Bitcoin belum kembali menyentuh level US$ 90 ribu selama lebih dari satu minggu, yang menimbulkan pertanyaan apakah momentum bullish pasar mulai melemah.

Sinyal Bearish dari Pasar Derivatif

Meski Bitcoin turun lebih dari 30% dari rekor tertingginya di US$ 109.354 pada 20 Januari 2025, pasar derivatif menunjukkan tanda-tanda ketahanan. Basis rate Bitcoin, yang mengukur premi kontrak berjangka terhadap harga spot, sempat turun ke level bearish pada 13 Maret. Namun, saat ini telah kembali stabil di level 5%, meskipun lebih rendah dibandingkan 8% dua minggu sebelumnya.

Para analis melihat bahwa investor dengan leverage masih aktif di pasar, tetapi dengan kepercayaan diri yang lebih rendah. Selain itu, volatilitas tinggi dalam harga Bitcoin semakin berkorelasi dengan S&P 500, bertentangan dengan anggapan bahwa Bitcoin adalah aset yang terisolasi dari pasar keuangan tradisional.

Outflow ETF Bitcoin Spot Meningkat

Arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Menurut data dari Trading View, dalam sepekan terakhir, dana investasi berbasis Bitcoin mencatat penarikan lebih dari US$ 900 juta. Hal ini menandai lima minggu berturut-turut dengan tren negatif, dengan total outflow mencapai US$ 5,4 miliar.

Beberapa ETF terbesar yang mengalami arus keluar signifikan meliputi:

  • BlackRock’s IBIT: Outflow US$ 338,1 juta.
  • Fidelity’s FBTC: Kehilangan US$ 307,4 juta.
  • Ark’s ARKB, Invesco’s BTCO, Franklin Templeton’s EZBC, WisdomTree’s BTCW, dan Grayscale’s GBTC: Outflow berkisar antara US$ 33 juta hingga US$ 81 juta.

Tidak hanya Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mengalami tekanan yang sama. Dalam sepekan terakhir, total outflow dari Ethereum Spot ETF mencapai US$ 189,9 juta, dengan total arus keluar dalam tiga minggu terakhir mencapai US$ 645,08 juta.

Prospek Bitcoin dan Sentimen Investor

Meskipun tekanan jual masih berlanjut, beberapa analis tetap optimistis terhadap potensi rebound Bitcoin. Analis Ryan Lee dari Bitget Research menyatakan bahwa jika Bitcoin mampu menutup perdagangan mingguan di atas US$ 81 ribu, maka ini bisa menjadi sinyal ketahanan pasar. Namun, jika harga turun di bawah US$ 76 ribu, tekanan jual bisa semakin besar.

Sementara itu, ekonom jaringan Bitcoin Timothy Peterson menyebut bahwa bulan April dan Oktober sering menjadi bulan terbaik bagi Bitcoin. Ia optimistis bahwa sebelum Juni 2025, Bitcoin bisa kembali mencapai rekor tertingginya.

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini bergerak dalam kisaran harga yang cukup sensitif. Jika mampu menembus Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di US$ 86.188, Bitcoin berpotensi naik menuju Simple Moving Average (SMA) 50 hari di US$ 93.033 dan bahkan ke level US$ 100.000. Sebaliknya, jika gagal bertahan di level saat ini, Bitcoin bisa kembali turun ke US$ 80 ribu atau bahkan lebih rendah hingga US$ 76.606.

Di tengah ketidakpastian ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan pergerakan pasar global serta kebijakan moneter yang dapat memengaruhi harga aset kripto dalam jangka panjang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.