Geser Kebawah
KriptoPasar

Bitcoin Longsor Usai Serangan AS ke Iran, Kripto Terkapar

337
×

Bitcoin Longsor Usai Serangan AS ke Iran, Kripto Terkapar

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Longsor Usai Serangan AS ke Iran, Kripto Terkapar
Harga Bitcoin longsor ke US$ 100.650 setelah serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran, memicu aksi jual besar di pasar kripto global.

Serangan Militer AS Bikin Pasar Kripto Terpukul

JAKARTA, BursaNusantara.com – Gejolak geopolitik kembali mengguncang pasar aset digital setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan tiga serangan udara ke fasilitas nuklir Iran pada Sabtu malam waktu setempat.

Bitcoin (BTC), sebagai barometer utama pasar kripto, jatuh 1,25% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 100.650 per koin.

Sponsor
Iklan

Nilai tukar tersebut setara Rp 1,65 miliar dengan kurs rupiah di level Rp 16.437 per dolar AS.

Data Coinmarketcap menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global merosot 0,88% menjadi US$ 3,09 triliun.

Kabar ini menandai tekanan geopolitik sebagai pemicu koreksi signifikan dalam siklus aset digital yang tengah menguat.

Pasar merespons cepat terhadap kejadian tersebut, terutama menjelang pembukaan bursa global pada Senin pagi.

Dampak Langsung ke Bitcoin dan Altcoin

Pelemahan Bitcoin turut menyeret altcoin utama lainnya ke zona merah.

Ethereum (ETH) terkoreksi 2,44% dan kini diperdagangkan pada US$ 2.225 per koin.

XRP jatuh 2,17% ke level US$ 2,01, sementara Binance Coin (BNB) anjlok 1,93% ke US$ 616 per koin.

Solana (SOL) ikut tertekan 2,29% menjadi US$ 131, disusul Dogecoin (DOGE) yang turun 1,98% ke US$ 0,15.

Tren bearish ini menggarisbawahi sensitivitas pasar kripto terhadap eskalasi ketegangan politik internasional.

Sentimen Negatif Meningkat Tajam

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan tersebut sebagai aksi militer yang ‘sangat berhasil’.

Pernyataan tegas Trump melalui Truth Social menambah tekanan, terutama saat ia menyebut kemungkinan dukungan terhadap perubahan rezim di Iran.

Aksi jual besar-besaran pun tidak terelakkan.

Laporan dari Coinglass mencatat lebih dari US$ 1 miliar posisi dilikuidasi dalam sehari, mayoritas dari posisi long.

Volume likuidasi besar ini mencerminkan kepanikan investor yang memilih keluar dari pasar kripto.

ETF dan Aliran Dana Ikut Terpengaruh

Pelemahan harga Bitcoin memengaruhi performa ETF Bitcoin spot di AS yang sebelumnya mencatat aliran dana masuk sembilan hari berturut-turut.

Namun, pada Jumat lalu, aliran masuk mulai menunjukkan pelemahan.

Kondisi ini bisa menghentikan tren positif ETF Bitcoin, terutama jika tekanan harga berlanjut sepanjang pekan ini.

Investor institusional yang sebelumnya menjadi katalis penguatan kini bersikap lebih berhati-hati.

Hal ini menciptakan kekosongan likuiditas yang memperparah volatilitas pasar.

Altcoin Kecil dan Token AI Anjlok Paling Dalam

Indeks GMCI30 milik The Block yang melacak 30 aset kripto dengan kapitalisasi besar mencatat penurunan hampir 10% dalam sepekan.

Tekanan paling besar dirasakan oleh altcoin berkapitalisasi kecil yang terkoreksi hingga 17%.

Token bertema kecerdasan buatan (AI) juga ambruk lebih dari 20% selama periode yang sama.

Investor tampak beralih ke aset yang dianggap lebih stabil atau menahan diri sambil menunggu kejelasan geopolitik.

Token dengan kapitalisasi kecil cenderung paling terdampak karena volume dan likuiditasnya yang terbatas.

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Sebagai respons atas agresi militer AS, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz.

Jalur ini dikenal sebagai titik strategis perdagangan minyak global.

Meskipun sejauh ini belum pernah benar-benar ditutup, ancaman tersebut langsung memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia.

Langkah ini bisa memperparah tekanan di pasar global, termasuk aset berisiko seperti kripto.

Pasar pun waspada terhadap dampak sekunder, terutama jika ketegangan terus meningkat.

Volatilitas Kripto Diprediksi Meningkat

Kondisi geopolitik yang belum stabil menempatkan pasar kripto dalam posisi rentan terhadap lonjakan volatilitas.

Analis melihat bahwa setiap eskalasi lanjutan bisa mempercepat gelombang aksi jual lanjutan.

Investor ritel dan institusi kemungkinan akan mengambil pendekatan wait and see dalam jangka pendek.

Jika Iran benar-benar menindaklanjuti ancamannya, ketidakpastian bisa menular ke sektor finansial global.

Dalam konteks ini, pasar kripto akan terus bergerak fluktuatif mengikuti arus berita dari Timur Tengah.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.