JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar aset kripto kembali mencatat penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir, seiring memuncaknya optimisme investor terhadap potensi meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Bitcoin dan Altcoin Melonjak
Data Coinmarketcap mencatat kapitalisasi pasar kripto global naik 6,41% menjadi US$ 2,9 triliun per Rabu (23/4/2025) pagi. Bitcoin (BTC) tercatat menguat 7,33% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di level US$ 93.637 per koin atau sekitar Rp 1,57 miliar.
Ethereum (ETH) melonjak 11,43% menjadi US$ 1.756 per koin, sedangkan Binance Coin (BNB) naik 2,99% ke level US$ 615.
Lonjakan ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam forum JPMorgan menyatakan bahwa tarif dagang saat ini tidak berkelanjutan, serta menyinggung upaya meredakan ketegangan dengan China. Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa tarif terhadap China “akan turun secara substansial”, memperkuat sentimen positif pasar.
Dukungan dari ETF dan Wall Street
Pasar kripto juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya arus masuk ke ETF Bitcoin spot di AS. Menurut Farside Investors, dana masuk bersih ke ETF BTC tercatat mencapai US$ 381 juta pada Senin, menandakan kepercayaan investor institusional yang terus tumbuh.
Sementara itu, pasar keuangan global turut menunjukkan pemulihan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mencatat penguatan 2,5% dan 2,7%. Emas yang sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.500 justru terkoreksi 1%, karena investor beralih ke aset kripto sebagai alternatif lindung nilai.
Waspadai Koreksi di Depan Mata
Meski reli Bitcoin mengesankan, analis dari CryptoQuant memperingatkan bahwa euforia ini mungkin tidak bertahan lama. Permintaan on-chain menurun, dan kapitalisasi Tether (USDT) belum menunjukkan pertumbuhan signifikan yang biasanya mendahului reli jangka panjang.
Harga Bitcoin kini menguji zona resistensi US$ 91 ribu–US$ 92 ribu. Jika tekanan jual kembali meningkat, bukan tidak mungkin harga akan terkoreksi dalam waktu dekat. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar aset digital.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









