Basel, BursaNusantara.com – Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, kembali menghadapi persidangan di Pengadilan Kriminal Swiss di Muttenz, dekat Basel, pada Senin (4/3). Ia hadir bersama legenda sepak bola Prancis, Michel Platini, dalam kelanjutan kasus pembayaran kontroversial yang telah membayangi karier keduanya selama lebih dari satu dekade. Persidangan ini digelar sekitar 2,5 tahun setelah mereka dibebaskan dari tuduhan penipuan.
Blatter dan Platini sebelumnya telah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan Swiss pada 2022 setelah menjalani penyelidikan selama tujuh tahun. Namun, jaksa federal Swiss mengajukan banding atas putusan tersebut, yang kini berujung pada sidang baru.
Blatter: “Saya Tidak Bersalah”
Dalam persidangan, Blatter dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan penipuan.
“Ketika Anda berbicara tentang kebohongan, penipuan, dan kecurangan, itu bukan saya. Itu tidak pernah terjadi dalam hidup saya,” ujar Blatter.
Ia juga menekankan bahwa keluarganya selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam keuangan.
“Dalam keluarga kami, kami hanya mengambil uang yang memang telah kami hasilkan. Saya tidak bersalah,” tambahnya.
Latar Belakang Kasus: Pembayaran 2 Juta Franc Swiss
Pada 2010 dan 2011, Blatter dan Platini dituduh menipu FIFA dengan mengklaim bahwa organisasi tersebut berutang pembayaran sebesar 2 juta franc Swiss (sekitar Rp34,4 miliar) kepada Platini. Saat itu, Platini menjabat sebagai Presiden UEFA.
Jaksa menuduh bahwa keduanya secara keliru mengklaim bahwa FIFA memiliki kewajiban membayar Platini atas pekerjaan konsultasi yang dilakukan.
“Mereka secara keliru menyatakan bahwa FIFA berutang kepada Platini atau bahwa Platini berhak menerima pembayaran tersebut. Penipuan ini dilakukan melalui serangkaian klaim yang tidak benar,” demikian bunyi dakwaan.
Pengaruh Kasus pada Karier Platini
Kasus ini menghancurkan peluang Platini untuk menggantikan Blatter sebagai Presiden FIFA. Pada 2015, FIFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama delapan tahun kepada keduanya atas pelanggaran etika. Namun, hukuman tersebut kemudian dikurangi.
Dalam persidangan 2022, hakim menerima pembelaan Blatter dan Platini bahwa pembayaran tersebut didasarkan pada “kesepakatan gentleman’s agreement“. Hakim juga menyatakan adanya keraguan serius terhadap tuduhan jaksa bahwa transaksi tersebut merupakan tindakan penipuan.
Jaksa Menuntut Hukuman 20 Bulan
Dalam sidang terbaru ini, jaksa federal Swiss menuntut hukuman penjara 20 bulan yang ditangguhkan selama dua tahun bagi Blatter dan Platini.
Namun, sebelum persidangan, Blatter menegaskan bahwa dirinya merasa menjadi target perburuan politik.
“Saya sangat optimis. Hari ini adalah hari yang cerah, dan saya memasuki persidangan ini dengan energi positif,” kata Blatter kepada wartawan.
Sementara itu, pengacara Platini, Dominic Nellen, menyatakan keyakinannya bahwa kliennya akan kembali dibebaskan.
“Pengadilan tingkat pertama telah benar dalam menyatakan bahwa pembayaran 2 juta franc Swiss yang dipermasalahkan adalah sah,” ujar Nellen.
Keputusan Akhir Dijadwalkan pada 25 Maret 2025
Persidangan yang sedang berlangsung ini menjadi babak baru dalam saga panjang skandal sepak bola dunia. Keputusan akhir dari kasus ini dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Maret 2025.
Dunia sepak bola menanti apakah Blatter dan Platini akan kembali dibebaskan atau menghadapi konsekuensi hukum yang lebih berat. Apapun hasilnya, dampaknya terhadap citra FIFA dan sejarah sepak bola modern akan tetap terasa.









