Sinergi Online dan Offline Jadi Jurus Ampuh Blibli
JAKARTA, BursaNusantara.com – Langkah PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI/Blibli) mengintegrasikan ekosistem digital dengan jaringan ritel fisik terbukti membuahkan hasil signifikan sepanjang semester pertama 2025.
Perusahaan mencatat pendapatan neto konsolidasi melonjak 22% YoY menjadi Rp9,5 triliun, naik dari Rp7,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan strategi omnichannel menjadi fondasi pertumbuhan, mengedepankan kenyamanan digital dengan pengalaman belanja luring yang imersif.
Blibli mengoperasikan 13 gudang, 19 pusat distribusi, dan menghadirkan layanan pengiriman 2 jam di 40 kota untuk lebih dari 350.000 produk.
Gudang terbaru di Marunda, Jawa Barat, yang mulai beroperasi sejak Oktober 2024, memperkuat layanan pemenuhan Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfillment by Blibli (FBB).
Ekspansi fisik juga terlihat dari 223 toko elektronik konsumen serta 58 gerai Ranch Market yang memperluas akses layanan langsung ke pelanggan.
Akuisisi Dekoruma pada pertengahan 2024 semakin memperluas pengalaman pelanggan lewat 36 experience center di sektor home & living.
Ritel 1P Meledak, Dekoruma Jadi Pendorong Baru
Segmen penjualan langsung Blibli atau Ritel 1P tumbuh eksplosif, dengan Gross Profit Before Discount (GPBD) naik 172% YoY menjadi Rp709 miliar.
Pertumbuhan ini ditopang peluncuran produk-produk baru, peningkatan permintaan pada kategori home appliances dan wellness, serta sinergi ritel fisik Dekoruma.
Model Ritel 1P yang mengandalkan stok milik Blibli memberikan kontrol kualitas, kecepatan distribusi, serta margin lebih besar dibanding marketplace biasa.
Kusumo menyebut strategi ini memperkuat posisi Blibli dalam memberikan nilai tambah pada pelanggan loyal yang mencari efisiensi dan kenyamanan.
Blibli juga terus memperkuat segmentasi produk dan pengalaman berbelanja terintegrasi di semua titik sentuh pelanggan.
Sinergi Digital: tiket.com dan Institusi Jadi Pilar Monetisasi
Lini Ritel 3P dan Institusi turut berkontribusi terhadap performa konsolidasi perusahaan sepanjang semester I-2025.
Melalui tiket.com, Blibli memperluas layanan OTA ke lebih dari 220 negara dengan lebih dari 3,6 juta akomodasi dan ribuan aktivitas.
Segmen business-to-business (B2B) dan business-to-government (B2G) menunjukkan peningkatan monetisasi yang signifikan, mencapai 56% dari lebih 92.000 institusi yang dilayani.
Blibli menekankan strategi efisiensi biaya akuisisi pelanggan (CAC) dengan fokus investasi di kanal yang terbukti efektif secara ROI.
Menurut Kusumo, inisiatif omnichannel tidak hanya menciptakan loyalitas, tapi juga memperluas lifetime value pelanggan dalam jangka panjang.
Semester II Jadi Ajang Ekspansi Lintas Sektor
Menatap paruh kedua 2025, Blibli berambisi mempertahankan momentum melalui penguatan layanan berbasis kanal terintegrasi.
Fokus diarahkan pada inovasi produk, perluasan ekosistem mitra bisnis, serta peningkatan pengalaman pelanggan dari sisi teknologi maupun interaksi fisik.
Peta jalan strategis Blibli dirancang untuk mempertahankan posisi sebagai pemain e-commerce premium dengan diferensiasi layanan dan eksekusi omnichannel yang matang.
Blibli juga memperkuat pengelolaan inventori dan logistik untuk memastikan SLA tinggi, terutama di kategori bernilai tinggi seperti gadget, interior, dan produk gaya hidup.
“Sinergi antara kekuatan daring dan luring akan tetap menjadi keunggulan kompetitif utama Blibli di tengah dinamika e-commerce Indonesia,” tegas Kusumo.
Blibli yakin pendekatan berbasis portofolio ini akan mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan di tengah kompetisi pasar yang semakin padat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











