JAKARTA, BursaNusantara.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 65% dari laba bersih tahun buku 2024 atau senilai Rp 13,95 triliun.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 13,95 triliun dari laba bersih tahun buku 2024. Nilai ini setara dengan 65% dari total laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang tahun lalu.
Keputusan ini menandai kenaikan payout ratio dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bagian dari strategi bank untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan fundamental bisnis yang solid.
Pembagian Dividen BBNI
Dividen Per Saham Capai Rp 374,06
Dari total laba bersih yang dibukukan pada 2024 sebesar Rp 21,46 triliun, sebesar Rp 13,95 triliun akan didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Jumlah ini setara dengan Rp 374,06 per lembar saham.
Sementara itu, sisanya sebesar Rp 7,51 triliun atau 35% dari laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis BNI di tahun-tahun mendatang.
Fundamental Keuangan BBNI Tetap Kuat
Laba Bersih Tumbuh 2,63%
BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,63% secara tahunan (year on year/yoy), menunjukkan daya tahan perseroan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah peningkatan tabungan (CASA), yang naik 11% (yoy) menjadi Rp 258 triliun. Transformasi digital yang dilakukan BBNI menjadi faktor utama dalam peningkatan ini, seiring dengan peluncuran aplikasi digital terbaru.
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan pertumbuhan tabungan mencerminkan daya saing BNI di industri perbankan.
“Pencapaian yang kami raih pada 2024 menjadi momentum penting untuk menghadapi masa depan. Kami optimis bahwa dengan terus berinovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah, BNI akan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Royke dalam paparan kinerja keuangan di Jakarta.
Strategi Bisnis dan Transformasi Digital
Ekspansi Digital Dorong Pertumbuhan CASA
Sebagai bagian dari strategi transformasi, BNI meluncurkan aplikasi Wondr by BNI untuk segmen retail dan BNIdirect untuk segmen bisnis dan korporasi. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan CASA transactional dan mendukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menekankan bahwa strategi perseroan ke depan akan fokus pada penguatan DPK berbasis CASA dan diversifikasi pertumbuhan aset, terutama di segmen UMKM dan konsumer.
“Strategi ini bertujuan untuk memastikan profitabilitas jangka panjang. Efisiensi biaya dana akan mendukung pertumbuhan kredit yang sehat dan menjaga margin bunga bersih (NIM) tetap optimal,” jelas Putrama.
Seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional, BNI optimistis dapat mempertahankan kinerja positifnya di tahun 2025 dengan strategi ekspansi berbasis inovasi dan efisiensi operasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












