BankKeuangan

BNI dan SMI Sepakat Repo Rp 550 Miliar, Dorong Proyek Infrastruktur

113
BNI dan SMI Sepakat Repo Rp 550 Miliar, Dorong Proyek Infrastruktur
BNI dan SMI menandatangani kerja sama transaksi repurchase agreement (repo) senilai Rp 550 miliar untuk mendukung pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi menandatangani kerja sama strategis dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI melalui transaksi Repurchase Agreement (repo) senilai Rp 550 miliar. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas nasabah korporasi sekaligus mendukung pendanaan proyek infrastruktur strategis di Indonesia.

Transaksi Repo untuk Perkuat Likuiditas

Kerja sama ini ditandatangani oleh SEVP Treasury BNI Ita Tetralastwati dan Direktur Operasional & Keuangan SMI Aradita Priyanti, serta disaksikan oleh Treasury Division Head BNI Hariadi Hendrawan dan Pgs International Division Head Dyah Paramitha di Grha BNI pekan lalu.

Menurut Ita Tetralastwati, transaksi repo ini memungkinkan BNI menyediakan dana kepada SMI dengan jaminan surat berharga. Dengan skema ini, SMI dapat mengakses likuiditas dalam jangka pendek secara lebih efisien dan fleksibel.

“Transaksi repo ini bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bagi BNI, ini adalah strategi optimalisasi penempatan dana. Sementara bagi SMI, ini memberikan kemudahan memperoleh likuiditas dengan cepat untuk mendukung proyek infrastruktur yang sedang berjalan,” ujar Ita dalam siaran pers, Selasa (4/3/2025).

Dukungan BNI untuk Proyek Strategis

Sebagai bank BUMN, BNI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya melalui skema pendanaan seperti transaksi repo ini.

Direktur Operasional dan Keuangan SMI, Aradita Priyanti, menambahkan bahwa skema ini dapat meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola pendanaan proyek infrastruktur.

“Kami percaya kerja sama dengan BNI ini akan membantu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang berdampak positif bagi perekonomian nasional,” jelas Aradita.

Selain transaksi repo ini, BNI juga terus mengembangkan berbagai inisiatif pendanaan lainnya yang dapat membantu sektor infrastruktur dan industri strategis di Indonesia.

Prospek Likuiditas dan Infrastruktur ke Depan

Dengan adanya kerja sama ini, sektor perbankan diharapkan semakin proaktif dalam menyediakan solusi pendanaan yang inovatif bagi proyek-proyek nasional. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Transaksi repo senilai Rp 550 miliar ini menjadi salah satu langkah konkret BNI dan SMI dalam memperkuat likuiditas dan memastikan kelangsungan proyek-proyek infrastruktur yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version