Internasional

Bom Jet Tempur Jatuh di Permukiman Korea Selatan, 15 Orang Terluka

92
Bom Jet Tempur Jatuh di Permukiman Korea Selatan, 15 Orang Terluka
Bom dari jet tempur KF-16 jatuh di kawasan permukiman Pocheon, Korea Selatan, melukai 15 orang. Latihan militer tetap berlanjut meski insiden terjadi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sebanyak 15 orang terluka setelah bom yang dijatuhkan oleh jet tempur selama latihan militer di Korea Selatan mendarat di kawasan permukiman. Ledakan tersebut merusak rumah dan sebuah gereja di Pocheon, sebagaimana dilaporkan oleh Angkatan Udara Korea Selatan dan badan pemadam kebakaran setempat pada Kamis (6/3).

Kronologi Insiden Bom Nyasar

Badan pemadam kebakaran menyatakan bahwa dari 15 korban, dua orang mengalami luka serius. Pocheon, yang terletak sekitar 40 kilometer timur laut Seoul, berdekatan dengan perbatasan yang dijaga ketat dengan Korea Utara.

Angkatan Udara Korea Selatan menjelaskan bahwa delapan bom Mk82 seberat 500 pon (225 kg) yang dijatuhkan dari dua jet KF-16 jatuh di luar area latihan tembak selama latihan militer bersama.

“Kami meminta maaf atas kerusakan yang disebabkan oleh insiden pelepasan bom yang tidak normal ini dan berharap para korban segera pulih,” kata Angkatan Udara dalam pernyataan resminya.

Seorang pejabat militer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi akibat kesalahan pilot dalam memasukkan koordinat. Akibatnya, dua jet tersebut menjatuhkan masing-masing empat bom, yang semuanya meledak di kawasan pemukiman.

Dampak dan Tindakan Otoritas

Otoritas setempat akan menangguhkan latihan tembak langsung hingga penyebab pasti kejadian ini teridentifikasi. Namun, insiden ini tidak akan berdampak pada latihan militer besar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dijadwalkan dimulai Senin mendatang.

Warga sekitar telah lama memprotes gangguan dan potensi bahaya dari area latihan militer yang berdekatan dengan permukiman mereka. Foto dari lokasi kejadian menunjukkan sebuah rumah hancur akibat ledakan, kaca jendela pecah, dan bangunan gereja yang dipenuhi puing-puing. Rekaman kamera keamanan yang ditayangkan di televisi lokal menangkap momen sebelum dan saat insiden terjadi, menunjukkan sebuah truk pikap melaju di jalan yang dikelilingi pepohonan sebelum ledakan besar melanda area tersebut.

“Hal yang tak terbayangkan telah terjadi,” ujar Wali Kota Pocheon, Baeck Young-hyeun. Ia mendesak pemerintah dan militer untuk segera mengambil langkah guna mencegah insiden serupa di masa depan.

Latihan Militer Korea Selatan dan Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan sebelumnya mengumumkan bahwa pasukan Korea Selatan dan AS sedang mengadakan latihan tembak langsung pertama mereka di Pocheon, terkait dengan latihan militer tahunan yang akan dimulai pekan depan.

Latihan gabungan Freedom Shield, yang dijadwalkan berlangsung pada 10-20 Maret, bertujuan meningkatkan kesiapan aliansi menghadapi ancaman, termasuk dari Korea Utara, menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Latihan tahun ini juga akan memasukkan “pelajaran dari konflik bersenjata terbaru” serta mempertimbangkan meningkatnya kerja sama antara Korea Utara dan Rusia. “Para perencana kami mengamati tren global yang berubah dan mencari cara untuk mengintegrasikannya ke dalam latihan kami,” kata Ryan Donald, juru bicara Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK), dalam konferensi pers pada Kamis.

Sekitar 70 sesi latihan lapangan gabungan dijadwalkan dalam latihan militer tahun ini, menurut juru bicara JCS Korea Selatan, Lee Sung-jun.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version