Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menargetkan peremajaan tanaman SDA di 2025. BPDP, yang sebelumnya dikenal sebagai BPDPKS, kini mencakup sawit, kakao, dan kelapa. Saldo tersedia mencapai Rp30,63 triliun untuk mendukung program nasional ini.
BPDP telah mengalami perubahan nama dan tugas. Sesuai Perpres No132/2024, BPDPKS berubah menjadi BPDP. Tugas utamanya adalah menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan.
Target Peremajaan Tanaman
BPDP menargetkan replanting sawit sebesar 120 ribu hektare tahun 2025. Selain sawit, peremajaan tanaman kakao dan kelapa ditargetkan 5.000-10.000 ha masing-masing. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah SDA.
Regulasi dan Kebijakan
Regulasi baru mendukung penyaluran dana replanting SDA. BPDP tengah menyiapkan regulasi penyaluran dana peremajaan kakao dan kelapa. PMK No06/2025 mengatur struktur organisasi dan tata kelola BPDP.
Kinerja Keuangan BPDP 2024
Pada 2024, BPDP berhasil merealisasikan pendapatan total Rp28,83 triliun.
Sebagian besar pendapatan (Rp25,75 triliun) berasal dari penerimaan pungutan ekspor sawit.
Volume ekspor sawit menurun dari Rp32,39 triliun pada 2023.
Belanja dan Neraca BPDP
Total belanja BPDP 2024 mencapai Rp31,49 triliun, mayoritas untuk insentif biodiesel.
Akibat belanja melebihi pendapatan, neraca defisit tercatat Rp3,17 triliun. Namun, saldo tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp33,79 triliun, membuat saldo akhir Rp30,63 triliun.
Saldo Rp30,63 triliun akan digunakan untuk berbagai kegiatan 2025. Dana dialokasikan untuk replanting sawit, kakao, dan kelapa. Selain itu, BPDP mendukung penyaluran insentif biodiesel untuk mencapai 7,55 juta kiloliter.
Dukungan Infrastruktur Perkebunan
BPDP mendukung pengembangan infrastruktur perkebunan.
Program ini mencakup penyediaan benih, pupuk, dan pestisida untuk intensifikasi lahan.
Juga disediakan mesin pertanian, alat transportasi, dan perbaikan jalan kebun.
Pengembangan SDM dan R&D
BPDP tak hanya fokus pada aspek finansial. Pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan promosi perkebunan juga menjadi prioritas. Kampanye positif produk sawit, kakao, dan kelapa diharapkan meningkatkan daya saing.
Sinergi Lintas Sektor
BPDP bekerjasama dengan berbagai pihak untuk kelancaran program. Koordinasi bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Bank Indonesia diperkuat.Sinergi ini penting agar eksportir dan produsen tidak terdampak disrupsi.
Harapan dan Prospek ke Depan
Program replanting SDA diharapkan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
Replanting sawit 120 ribu ha dan replanting kakao serta kelapa 5.000-10.000 ha akan mendongkrak ekspor.
Dana yang dikelola BPDP mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan kedaulatan sumber daya alam.
BPDP menargetkan replanting SDA di 2025 sebagai strategi nasional.
Saldo Rp30,63 triliun siap digunakan untuk replanting sawit, kakao, dan kelapa
Regulasi baru dan sinergi antar lembaga diharapkan memperkuat pengelolaan dana perkebunan.
Investasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing dan mendukung perekonomian Indonesia.
Baca terus update dan analisis mendalam seputar kebijakan ekonomi serta perkembangan sektor SDA hanya di BursaNusantara.com, sumber terpercaya informasi dan berita ekonomi di Indonesia.











