Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

BREN Dikecualikan dari MSCI, Manajemen Angkat Bicara

188
×

BREN Dikecualikan dari MSCI, Manajemen Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
bren dikecualikan dari msci, manajemen angkat bicara kompres
Saham BREN dikecualikan dari indeks MSCI, namun manajemen tetap optimis dengan pertumbuhan berkelanjutan dan strategi ekspansi.

BREN Tidak Masuk MSCI, Manajemen Tetap Optimis

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akhirnya dikecualikan dari daftar indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Keputusan ini sontak menimbulkan reaksi di pasar modal, mengingat MSCI adalah salah satu acuan utama bagi investor global. Meski demikian, manajemen BREN menegaskan bahwa kondisi fundamental perusahaan tetap kuat dan akan terus berkembang sesuai strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Sponsor
Iklan

Keputusan MSCI di Luar Kendali Perusahaan

Direktur Utama BREN, Hendra Tan, menegaskan bahwa keputusan untuk memasukkan atau mengecualikan saham suatu perusahaan dalam indeks MSCI sepenuhnya merupakan wewenang penyedia indeks.

“Kami menyadari pentingnya indeks global seperti MSCI. Namun, keputusan untuk memasukkan atau mengecualikan emiten merupakan prerogatif MSCI dan hal ini berada di luar kendali kami,” ujar Hendra pada Jumat (7/2/2025).

Meskipun demikian, BREN tetap berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

“Kami tetap fokus pada keunggulan operasional dan fundamental yang solid untuk menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Fundamental BREN Tetap Kuat

Hendra menjelaskan bahwa BREN berada dalam kondisi keuangan yang solid dan tidak berencana melakukan penguatan ekuitas dalam waktu dekat.

“Semua unit kami beroperasi normal. Sejak IPO, kami berhasil meningkatkan kapasitas melalui ekspansi organik dan anorganik. Akuisisi pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap dengan kapasitas 78,75 MW menjadi bukti keseriusan kami dalam bisnis energi terbarukan,” jelas Hendra.

Selain itu, BREN sedang dalam proses menambahkan kapasitas panas bumi sebesar 118,6 MW hingga 2026. Salah satu proyek utamanya, Salak Binary, telah sukses menyelesaikan commissioning test dan menghasilkan listrik sebesar 14,48 MW, lebih tinggi dari perkiraan awal.

Dampak pada Saham BREN

Dikecualikannya saham BREN dari indeks MSCI langsung berdampak pada harga sahamnya di pasar modal. Pada perdagangan Jumat (7/2/2025), saham BREN turun sebesar 1.750 poin (19,94%) ke level Rp 7.025, menyentuh auto rejection bawah (ARB).

MSCI dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi mendalam serta mempertimbangkan umpan balik dari berbagai pelaku pasar. Selain BREN, dua saham lain yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO), juga dikecualikan dari indeks MSCI.

Peluang Revisi Indeks MSCI di Masa Depan

Meskipun saat ini BREN tidak masuk dalam daftar indeks MSCI, pihak MSCI tetap membuka peluang revisi pada tinjauan indeks berikutnya.

“MSCI akan terus menerima masukan dari investor dan pelaku pasar terkait saham-saham ini. Evaluasi lebih lanjut akan dilakukan dalam tinjauan indeks mendatang,” tulis MSCI dalam pengumuman resminya.

Meskipun dikecualikan dari indeks MSCI, manajemen BREN tetap optimis dengan strategi bisnisnya. Dengan fundamental keuangan yang kuat, ekspansi kapasitas energi terbarukan, serta fokus pada pertumbuhan jangka panjang, BREN diyakini masih memiliki prospek cerah ke depan.

Investor disarankan untuk mencermati perkembangan selanjutnya, terutama terkait potensi masuknya kembali saham BREN dalam indeks MSCI di masa mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.