Raksasa Baru Lahir: BSI Resmi Jadi Bullion Bank Pertama, Bisnis Emas Tembus Rp1 Triliun!
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi mengukuhkan dominasinya di pasar keuangan tanah air.
Setahun pasca mengantongi lisensi Bullion Bank pertama di Indonesia, BSI melaporkan pertumbuhan performa yang masif, menjadikannya sebagai instrumen investasi paling seksi di tengah rekor harga emas dunia yang terus meroket.
Strategi “Emas” ini terbukti menjadi mesin pencetak uang (money maker) baru bagi BSI dengan perolehan fee-based income yang melampaui angka psikologis Rp1 triliun.
Demokratisasi Emas: Investasi Mulai Rp50.000
Transformasi BSI mengubah wajah investasi logam mulia yang dulunya eksklusif menjadi inklusif. Melalui aplikasi Beyond, nasabah kini bisa menabung emas dengan fraksi digital mulai dari Rp50.000 saja.
- Transparansi Fisik: Setiap gram emas digital didukung stok fisik nyata yang bisa dicetak dan diambil di 1.000 lebih kantor cabang.
- Efisiensi Tinggi: Digitalisasi menekan biaya operasional (OPEX), membuat margin laba bank semakin tebal.
“Bisnis emas ini adalah game changer. Kami menambah hampir 700.000 nasabah baru dalam setahun dengan kualitas aset yang sangat terjaga,” ungkap Rizky Budinanda, Head of Investor Relations BSI.
Era Baru: Lepas dari Himbara, Masuk ke Danantara
Perubahan peta kekuatan terjadi di struktur organisasi. BSI kini resmi melakukan “Spin-Up”, tidak lagi menjadi anak usaha bank-bank Himbara secara teknis.
Saham Seri A milik pemerintah kini dikelola oleh Danantara (Asset Management Negara).
Langkah ini dilakukan untuk memangkas birokrasi dan memberi fleksibilitas bagi BRIS untuk berekspansi lebih cepat guna mengejar target pangsa pasar perbankan syariah nasional yang saat ini berada di level 8-9%.
Prospek 2026: Target Laba Dua Digit & Dividen
Manajemen optimis laba akan tumbuh dua digit pada 2026, didorong oleh prediksi analis global bahwa emas bisa menyentuh $5.000 per troy ounce. Faktor fundamental pendukung lainnya meliputi:
- Likuiditas Kuat: LDR terjaga di level 83%, ruang ekspansi pembiayaan sangat lebar.
- Pertumbuhan Pembiayaan: Membidik loan growth di atas 14%, fokus pada segmen low risk (Payroll).
- Dividen Kompetitif: Setelah membagikan DPR 15% pada tahun buku 2024, BSI diproyeksikan tetap menjaga imbal hasil yang menarik bagi investor di tahun 2026.
Dengan valuasi yang masih atraktif dan status sebagai pionir Bullion Bank, BRIS bukan sekadar saham perbankan, melainkan proksi langsung terhadap kenaikan harga emas dunia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







