BisnisEnergi

BRPT Amankan Pinjaman Jumbo, Prospek Bisnis Melesat

602
BRPT Amankan Pinjaman Jumbo, Prospek Bisnis Melesat
Barito Pacific (BRPT) kantongi kredit jumbo dari BRI senilai US$ 252 juta untuk operasional, ekspansi, dan lindung nilai derivatif. Prospek kian solid.

BRPT Raup Fasilitas Kredit dari BRI

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), kembali mencuri perhatian usai meraih fasilitas pinjaman jumbo dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Mengacu keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, BRPT mendapatkan fasilitas kredit berjangka commited non-revolving dengan plafon US$252,75 juta.

Pada saat bersamaan, BRPT juga menerima fasilitas Forex Line dengan nilai plafon serupa, yakni US$252,75 juta.

Dana pinjaman tersebut dialokasikan penuh untuk kebutuhan operasional, termasuk pelunasan utang lama berdasarkan perjanjian kredit 5 Agustus 2020.

Manajemen BRPT menegaskan dana dari Forex Line diarahkan khusus untuk lindung nilai transaksi derivatif berbasis Interest Rate Swap (IRS).

Likuiditas Lebih Kuat, Risiko Terpangkas

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BRPT, David Kosasih, menekankan langkah ini sebagai strategi menjaga efisiensi arus kas dan stabilitas keuangan jangka panjang.

Analis Korea Investments & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai fasilitas BRI akan memperkuat likuiditas sekaligus menekan risiko refinancing.

Menurutnya, pinjaman jumbo ini dapat menurunkan beban bunga, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi BRPT untuk ekspansi dan investasi.

Fleksibilitas tambahan diyakini menjadi amunisi penting dalam menjaga daya saing BRPT di tengah ketatnya persaingan industri petrokimia maupun energi terbarukan.

Dengan struktur modal lebih sehat, perusahaan dinilai memiliki peluang lebih baik dalam mengoptimalkan strategi diversifikasi bisnisnya.

Analisis Pasar: Katalis Positif Jangka Panjang

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat pinjaman dari BRI sebagai katalis positif jangka panjang bagi kinerja BRPT.

Fasilitas kredit ini dipandang mampu menopang peningkatan kapasitas dan kapabilitas, terutama di sektor petrokimia serta energi ramah lingkungan.

Momentum ekspansi BRPT, menurut Nafan, berpotensi mempercepat transformasi perusahaan menuju pemain besar energi berkelanjutan di kawasan Asia.

Kolaborasi bisnis melalui anak usaha juga menambah daya ungkit terhadap profitabilitas dan pertumbuhan berkesinambungan.

Dengan dukungan keuangan kuat, pasar menilai BRPT makin atraktif sebagai pilihan investasi jangka menengah dan panjang.

Ekspansi Aster Energy Perkuat Bisnis Petrokimia

BRPT melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengakuisisi Shell Singapore Pte. Ltd. pada April 2025 bersama mitra globalnya, Glencore.

Entitas ini kemudian bertransformasi menjadi Aster Energy and Chemicals Park, fokus mengembangkan jaringan bisnis petrokimia regional.

Awal Agustus, Aster melanjutkan ekspansinya dengan mengakuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals Pte. Ltd. di Pulau Jurong, Singapura.

Fasilitas manufaktur HDPE milik CPSC memiliki kapasitas produksi hingga 400 ribu ton per tahun, menambah kekuatan Aster di pasar plastik industri.

Langkah akuisisi ganda ini menegaskan strategi BRPT untuk mengamankan rantai pasok sekaligus meningkatkan skala produksi secara signifikan.

BREN Dorong Energi Terbarukan Nasional

Di sektor energi bersih, BRPT lewat PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat kemajuan pesat dalam pengembangan proyek panas bumi.

Proyek baru di Salak dan Wayang Windu ditargetkan beroperasi secara komersial pada akhir 2026 dengan kapasitas besar.

Selain itu, program retrofit di Salak, Wayang Windu, dan Darajat tengah berjalan untuk meningkatkan efisiensi pembangkit.

Langkah ini ditujukan memperpanjang umur aset, mengurangi biaya operasi, dan mengoptimalkan kapasitas infrastruktur yang ada.

Kinerja BREN kian diperhitungkan investor sebagai tulang punggung transformasi hijau BRPT dalam jangka panjang.

Prospek dan Risiko yang Mengiringi

Analis KISI, Wafi, memperkirakan EBITDA BRPT berpotensi naik 4%-6% pada 2025 jika dampak akuisisi Aster dikeluarkan dari proyeksi.

Prospek ini ditopang neraca keuangan lebih solid, efek integrasi Aster, dan kontribusi stabil BREN.

Namun demikian, risiko tetap membayangi dari volatilitas harga minyak dunia yang berpotensi menekan margin usaha.

Ketidakpastian global juga bisa mengganggu permintaan petrokimia, meski strategi diversifikasi BRPT diharapkan mampu meredam tekanan.

Pasar kini menanti konsistensi manajemen BRPT dalam mengeksekusi ekspansi agar momentum pertumbuhan tetap terjaga.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version