BRPT Melesat Ribuan Persen, Apa Motor Penggeraknya?
JAKARTA, BursaNusantara.com – Lonjakan laba bersih PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mencapai 1.464,89% di semester I-2025 bukan sekadar angka bombastis, tapi cerminan transformasi bisnis strategis yang mulai membuahkan hasil.
Pendapatan BRPT naik signifikan menjadi US$ 3,22 miliar per 30 Juni 2025, atau melesat 178,52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, titik balik utama ada pada akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) yang berhasil menciptakan pengakuan akuntansi bargain purchase dalam skala besar.
Kondisi ini memperbesar laba BRPT menjadi US$ 539,82 juta dalam 6 bulan pertama, melonjak dari hanya US$ 34,49 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi signifikan juga datang dari entitas anak PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang menyumbang kenaikan laba bersih menjadi US$ 65,46 juta, naik 12,96% YoY.
Manajemen menekankan bahwa efisiensi operasional, ekspansi output, dan penguatan margin adalah fondasi utama dari kinerja impresif ini.
Akuisisi ACE Jadi Game Changer Bagi Laba BRPT
Akuisisi strategis atas Aster Chemicals bukan sekadar ekspansi horizontal, tapi reposisi menyeluruh terhadap peta bisnis BRPT di sektor energi dan petrokimia.
Berdasarkan pernyataan Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu, transaksi akuisisi ACE yang rampung pada April 2025 menciptakan bargain purchase accounting yang langsung mempertebal laba.
Bahkan, aksi ini ikut memperkuat neraca keuangan BRPT secara substansial, dengan aset total melonjak jadi US$ 15,19 miliar.
Lebih lanjut, struktur permodalan BRPT mengalami penguatan signifikan seiring rasio utang bersih terhadap ekuitas yang turun ke level 0,49 kali dari 0,72 kali.
Langkah ini mencerminkan ketahanan finansial perusahaan dalam menghadapi siklus industri yang fluktuatif, sekaligus membuka ruang baru untuk ekspansi berikutnya.
Agus menekankan bahwa strategi jangka panjang mereka kini difokuskan pada pertumbuhan terukur dan penguatan bisnis berkelanjutan.
BREN Jadi Pilar Baru, Laba dan Marginnya Terus Ekspansi
Unit usaha energi terbarukan BRPT, yaitu BREN, tampil sebagai kontributor kuat di tengah transisi global ke energi hijau.
Dengan peningkatan output panas bumi dan ekspansi margin, laba bersih BREN per Juni 2025 tercatat naik menjadi US$ 65,46 juta dari sebelumnya US$ 57,95 juta.
Peningkatan ini terjadi di tengah tekanan biaya energi dan tantangan iklim usaha global, menunjukkan daya saing operasional BREN yang semakin solid.
Efisiensi modal dan penguatan aset terbarukan menjadi strategi kunci dari performa BREN yang kian terintegrasi ke portofolio utama BRPT.
Langkah ini juga menunjukkan BRPT tak lagi hanya bergantung pada sektor petrokimia, tapi sudah menjelma menjadi konglomerasi multi-energi dengan arah yang lebih hijau.
Langkah strategis BREN sekaligus mengantisipasi kebijakan fiskal global dan preferensi investor ESG (Environmental, Social, Governance).
Valuasi Bisnis dan Target Saham BRPT Jadi Sorotan Pasar
Riset Trimegah Sekuritas menggarisbawahi potensi valuasi BRPT di masa depan yang kian menjanjikan dengan dominasi sektor energi terbarukan.
Nilai segmen renewable energy diperkirakan mencapai US$ 25,9 miliar, termasuk proyek yang sedang dikembangkan dengan kapasitas 1,3 GW.
Dari angka itu, BRPT mengantongi porsi kepemilikan senilai US$ 16,8 miliar setelah penyesuaian.
Sementara itu, valuasi sektor petrokimia TPIA diproyeksi senilai US$ 1,9 miliar, diikuti valuasi Aster sebesar US$ 1,6 miliar dan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) sekitar US$ 295 juta.
Trimegah Sekuritas pun merekomendasikan “beli” saham BRPT dengan target harga ambisius di Rp 3.700 per saham.
Pada penutupan Jumat (1/8), BRPT tercatat menguat 2,28% ke Rp 2.690 per saham, membuka ruang apresiasi harga lebih lanjut.
Investor kini menaruh perhatian besar pada bagaimana BRPT mengelola aset barunya dan apakah lonjakan laba ini bisa dijaga konsistensinya dalam beberapa kuartal mendatang.
BRPT tak lagi sekadar perusahaan petrokimia, tetapi sedang menuju reposisi sebagai raksasa energi dan investasi strategis jangka panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







