Geser Kebawah
BisnisProperti

BSDE Patok Target Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026

16
×

BSDE Patok Target Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026

Sebarkan artikel ini
BSDE Patok Target Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membidik marketing sales Rp10 triliun pada 2026. Simak rincian target per segmen dan dampak insentif PPN DTP di sini.

Strategi Pertumbuhan Terukur di Tengah Pemulihan Sektor Properti

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pengembang kota mandiri BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), secara resmi menetapkan target prapenjualan sebesar Rp10 triliun untuk tahun buku 2026. Angka tersebut mencerminkan sikap manajemen yang moderat karena nilainya relatif sejalan dengan pencapaian pada periode 2025.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengungkapkan bahwa penetapan target ini dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan fundamental permintaan yang tetap terjaga. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/2/2026), perusahaan tetap mengandalkan proyek township sebagai tulang punggung kinerja.

Keseimbangan antara pertumbuhan berkelanjutan dan stabilitas operasional menjadi landasan utama perseroan dalam menatap tahun ini. Sebelumnya, hingga September 2025, emiten properti ini tercatat telah mengantongi laba bersih sebesar Rp1,36 triliun.

Segmentasi Target: Residensial Tetap Dominan

Komposisi target prapenjualan tahun ini masih akan didominasi oleh segmen residensial yang diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp5 triliun atau 50 persen dari total target. BSD City tetap diposisikan sebagai proyek unggulan dengan target sumbangan sebesar Rp1,60 triliun bagi segmen rumah tinggal.

Beberapa proyek penyangga lainnya juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap target residensial tersebut. Nava Park dan Grand Wisata masing-masing ditargetkan menyumbang prapenjualan senilai Rp1 triliun dan Rp700 miliar.

Di sisi lain, segmen komersial dipatok sebesar Rp3,50 triliun atau setara 35 persen dari keseluruhan target perusahaan. Area komersial di BSD City diproyeksikan memberikan andil Rp1,80 triliun, disusul oleh gabungan kawasan komersial lain serta Apartemen Southgate.

Ekosistem BSD City dan Kontribusi Entitas Anak

Secara konsolidasi, seluruh proyek di bawah ekosistem BSD City diperkirakan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap target keseluruhan tahun 2026. Perseroan juga aktif mengoptimalkan skema joint venture (JV) untuk proyek-proyek seperti Hiera dan The Zora guna memperkuat pendapatan.

Segmen lain-lain, termasuk proyek melalui kemitraan strategis, ditargetkan memberikan kontribusi sebesar Rp1,50 triliun. Langkah kolaborasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan daya tarik kota mandiri yang mengusung konsep hijau dan modern.

Entitas anak perseroan, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), turut diproyeksikan memberikan andil sekitar 3,5 persen terhadap total prapenjualan. Tiga proyek utama SMDM, yakni Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City, menjadi penggerak utama dalam proyeksi kontribusi tersebut.

Optimisme Pasar: Stimulus Fiskal dan Moneter

Manajemen memandang prospek industri properti tahun ini masih sangat kondusif berkat dukungan kebijakan fiskal pemerintah. Salah satu faktor kunci adalah perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen untuk hunian siap huni dengan nilai hingga Rp5 miliar.

Kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang menjaga stabilitas suku bunga serta relaksasi rasio LTV hingga 100 persen turut memperkuat akses pembiayaan masyarakat. Hermawan menilai kombinasi stimulus ini akan menjaga momentum daya beli konsumen sepanjang tahun berjalan.

Optimisme perseroan juga didukung oleh program pemasaran internal bertajuk Royal Key yang dirancang untuk meningkatkan penetrasi pasar. Sinergi antara kebijakan makro dan strategi internal diharapkan mampu menjaga pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan di masa depan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan