Geser Kebawah
BankKeuangan

BSI Luncurkan Bullion Bank, Dorong Bisnis Emas Syariah

128
×

BSI Luncurkan Bullion Bank, Dorong Bisnis Emas Syariah

Sebarkan artikel ini
bsi luncurkan bullion bank dorong bisnis emas syariah kompres
BSI raih izin bullion bank dari OJK untuk jalankan bisnis emas syariah, dorong pertumbuhan investasi logam mulia dan inklusi keuangan sesuai maqashid.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI / BRIS) kini melangkah ke babak baru dalam bisnis logam mulia.

Setelah memperoleh izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu, 12 Februari 2025, BSI resmi memasuki bisnis bullion bank atau bank emas.

Sponsor
Iklan

Izin ini mencakup kegiatan Perdagangan Emas dan Penitipan Emas, yang menjadi dasar legal bagi BSI untuk mulai menjalankan usaha baru ini.

Langkah strategis ini diharapkan akan memacu pertumbuhan bisnis emas syariah secara berkelanjutan dan meningkatkan inklusi masyarakat dalam investasi emas sesuai dengan prinsip maqashid syariah.

Izin Bullion Bank dari OJK

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa izin usaha bullion merupakan tonggak penting bagi perseroan.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari regulator serta stakeholder, sehingga BSI melangkah ke jenjang selanjutnya dalam mengelola bisnis emas, yaitu bank bullion,” ungkap Hery pada Kamis, 13 Februari 2025.

Izin yang diterbitkan berdasarkan POJK No 17 Tahun 2024 ini mewajibkan BSI untuk segera melaksanakan produk baru tersebut paling lambat enam bulan sejak tanggal dikeluarkannya surat izin.

Dengan penerbitan izin ini, BSI kini memiliki landasan hukum yang kokoh untuk menjalankan kegiatan usaha yang berkaitan dengan perdagangan dan penitipan emas.

Prospek Pertumbuhan Bisnis Emas Syariah

Hery Gunardi optimistis bahwa bisnis bullion bank ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis logam mulia di BSI.

“Kami yakin ke depan, bisnis emas kami akan tumbuh secara signifikan, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi emas dengan prinsip syariah,” ujar Hery. Dukungan terhadap bisnis emas ini juga didorong oleh kepercayaan nasabah yang telah lama menggunakan produk-produk emas BSI.

Selama beberapa waktu terakhir, bisnis emas di BSI menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Data mencatat bahwa bisnis emas perseroan naik 78,18% year-on-year (YoY).

Produk unggulan seperti BSI Cicil Emas mencatat lonjakan pembiayaan sebesar 177,42% YoY yang mencapai Rp6,4 triliun, sementara bisnis gadai emas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 31,3% YoY ke angka yang sama.

Kinerja yang sangat sehat ini didukung oleh kualitas pembiayaan dengan Non-Performing Financing (NPF) nyaris 0% dan tren investasi emas yang terus meningkat, terutama di kalangan nasabah muda.

Selain itu, kenaikan harga emas yang mencapai 32,4% pada tahun sebelumnya semakin menegaskan bahwa emas tetap menjadi aset safe haven dan pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat.

Diferensiasi Produk dan Inovasi di BSI

Produk-produk emas BSI tidak hanya sekadar sebagai instrumen investasi, namun juga sebagai unique differentiator yang membedakan BSI dari bank-bank lainnya.

BSI telah meluncurkan BSI Gold, produk logam emas batangan eksklusif berlogo BSI dengan karatase 99,99% dan standar SNI. Produk ini telah mendapatkan rekomendasi Kesesuaian Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat melalui mekanisme cicilan, yaitu produk BSI Cicil Emas.

Produk-produk tersebut memberikan solusi investasi yang aman, terpercaya, dan mendukung pendalaman sektor keuangan syariah.

Selain itu, BSI juga rutin memperkuat kerja sama strategis dengan mitra-mitra penting, seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Hartadinata Abadi Tbk.

Kerja sama dengan Antam telah memberikan sinergi dalam pengelolaan emas, sedangkan kolaborasi dengan Hartadinata Abadi Tbk mendukung peluncuran produk-produk inovatif yang mendukung ekosistem investasi emas.

Inisiatif ini diyakini akan membuka peluang baru untuk pertumbuhan bisnis emas yang lebih besar di masa depan.

Sumber Pertumbuhan dan Strategi Ke Depan

Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis emas di BSI merupakan salah satu sumber pendapatan utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keseluruhan perseroan.

“Produk konsumer seperti emas memang tumbuh signifikan di BSI. Untuk 2025, kami lebih optimistis karena BSI secara resmi telah mendapatkan license untuk menjalankan usaha bullion bank,” ujar Ade Cahyo.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan memperoleh izin ini menandai awal dari pertumbuhan ekosistem bisnis emas yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Berkat inovasi dan strategi yang matang, BSI telah berhasil menarik minat dari berbagai kalangan, terutama nasabah muda yang sangat antusias berinvestasi emas.

Hal ini diharapkan akan mendorong peningkatan inklusi keuangan, khususnya dalam sektor investasi logam mulia yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan langkah ini, BSI tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai bank syariah terkemuka, tetapi juga sebagai pelopor bank emas di Tanah Air.

Dengan penerbitan izin usaha bullion oleh OJK, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memasuki bisnis emas syariah melalui konsep bullion bank. Langkah strategis ini merupakan cerminan kepercayaan regulator dan stakeholder terhadap kemampuan BSI dalam mengelola bisnis logam mulia.

Optimisme yang ditunjukkan oleh Direktur Utama Hery Gunardi dan Direktur Keuangan Ade Cahyo Nugroho menandakan bahwa pertumbuhan bisnis emas di BSI akan semakin pesat.

Produk-produk unggulan seperti BSI Gold dan BSI Cicil Emas telah membuka jalan bagi peningkatan investasi emas di kalangan masyarakat, terutama sebagai aset safe haven di tengah fluktuasi ekonomi global.

Kerja sama strategis dengan mitra industri seperti Antam dan Hartadinata Abadi Tbk semakin mendukung ekosistem investasi emas yang lengkap.

Dengan strategi yang terarah dan dukungan dari regulator, BSI siap menjadi pelopor bank emas di Indonesia dan mendorong inklusi keuangan melalui investasi emas syariah yang berkelanjutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru