JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersiap menghadirkan layanan ATM Emas sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekosistem Bullion Bank di Indonesia. Langkah ini merupakan inovasi baru dalam industri perbankan syariah guna memberikan alternatif investasi emas yang aman dan mudah bagi masyarakat.
BSI Luncurkan ATM Emas untuk Permudah Investasi
Direktur Penjualan & Distribusi BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa ATM Emas BSI akan menjadi solusi bagi nasabah dalam berinvestasi emas dengan lebih praktis. “Sejalan dengan izin regulator terkait perdagangan emas, kehadiran BSI Emas Digital dan BSI ATM Emas akan memberikan kemudahan bagi nasabah, mulai dari pembelian, penyimpanan, hingga pencetakan emas secara langsung melalui mesin ATM,” ujar Anton kepada kontan.co.id, Selasa (11/3).
BSI menargetkan penerapan ATM Emas di 50 titik pilot project yang tersebar di kantor cabang BSI seluruh Indonesia. Dengan layanan ini, nasabah yang telah memiliki kecukupan gramase emas dapat mencetak emasnya menggunakan barcode yang dihasilkan oleh super app BYOND by BSI.
Implementasi ATM Emas Masih dalam Tahap Uji Kelayakan
Meskipun inovasi ini sudah dipersiapkan, BSI masih melakukan due diligence terhadap implementasi ATM Emas guna memastikan keamanan dan visibilitas layanan. “Kami masih dalam tahap kajian dengan regulator untuk menjamin keamanan, layanan, serta aksesibilitas ATM Emas ini,” tambah Anton.
Tiga Fokus Layanan Bullion Bank BSI
Pada tahun 2025, BSI berkomitmen untuk memperkuat bisnis Bullion Bank melalui tiga layanan utama:
- BSI Emas Digital – Layanan jual-beli dan titip emas secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI.
- BSI Gold – Fasilitas pembelian emas fisik secara tunai maupun cicilan dengan harga yang kompetitif.
- BSI ATM Emas – Fasilitas pencetakan emas secara langsung yang akan ditempatkan di kantor cabang utama BSI.
ATM Emas ini menjadi yang pertama di Indonesia yang dimiliki oleh lembaga perbankan yang menjalankan bisnis emas. Dengan inovasi ini, diharapkan nasabah dapat memiliki akses yang lebih mudah dalam berinvestasi emas secara syariah.
Dukungan Infrastruktur dan Potensi Pasar
BSI optimistis terhadap prospek investasi emas, mengingat jumlah nasabahnya yang telah mencapai 21 juta, dengan 8 juta pengguna aktif aplikasi BYOND by BSI. Selain itu, jaringan operasionalnya didukung oleh 1.130 outlet cabang serta lebih dari 600 tenaga profesional penaksir emas.
“Kami melihat bahwa investasi emas bisa menjadi solusi jangka panjang, terutama dalam persiapan pelunasan ibadah haji yang masa tunggunya berkisar antara 15 hingga 20 tahun,” tutup Anton.
Dengan langkah strategis ini, BSI semakin memperkuat posisinya sebagai bank syariah terdepan di Indonesia yang terus berinovasi dalam menyediakan layanan investasi berbasis syariah.










