JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus melanjutkan ekspansi dan transformasi bisnis guna mencapai visi jangka panjangnya sebagai Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia pada 2029.
Sepanjang 2024, BTN mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang solid. Tahun ini, perseroan menargetkan pencapaian aset hingga Rp 500 triliun, didukung dengan peningkatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
Kinerja BTN di 2024
Pada akhir 2024, BTN mencatatkan sejumlah pertumbuhan signifikan dalam aspek kredit dan perolehan dana pihak ketiga:
- Penyaluran kredit & pembiayaan: Rp 357,97 triliun (tumbuh 7,3% yoy).
- DPK: Rp 381,67 triliun (naik 9,1% yoy).
- Total aset: Rp 469,61 triliun (meningkat 7,03% dibandingkan 2023).
Dengan tren pertumbuhan ini, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu optimistis bahwa tahun ini perseroan akan melampaui pencapaian sebelumnya.
Target Pertumbuhan 2025
BTN menetapkan sejumlah target strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan:
- Aset diproyeksikan menembus Rp 500 triliun.
- Pertumbuhan kredit & pembiayaan: Ditargetkan naik 7-8% (yoy).
- Pertumbuhan DPK: Diharapkan meningkat 8-9% (yoy).
- Cost of credit: Dipertahankan di level 1%-1,1%, lebih tinggi dari akhir 2024 sebesar 0,58%.
- Rasio kredit bermasalah (NPL) gross: Diharapkan tetap di bawah 3% dari realisasi 3,16% pada 2024.
“Dengan strategi bisnis dan transformasi yang konsisten, BTN tetap optimistis dalam menumbuhkan bisnis, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat untuk memiliki rumah impian,” ujar Nixon dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (26/3/2025).
Keputusan RUPST BTN 2025
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk:
- Pengesahan laporan keuangan tahun 2024.
- Penetapan gaji, fasilitas, dan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris.
- Penunjukan akuntan publik (AP) dan kantor akuntan publik (KAP).
- Penyesuaian plafon hapus tagih piutang macet.
Hapus Tagih Rp 318 Miliar
Salah satu keputusan penting dalam RUPST BTN adalah persetujuan penghapusan piutang macet senilai Rp 318 miliar yang telah dihapus buku.
“Hapus tagih dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan sesuai kebijakan serta ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Nixon.
Dengan strategi ekspansi yang solid dan transformasi yang berkelanjutan, BTN semakin optimistis dalam memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.






