JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 562,6 miliar atau setara 20% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2024 yang mencapai Rp 2,8 triliun.
Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 22 April 2025.
Laba naik 19%, dividen Rp 52,85 per saham
Dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham setara dengan Rp 52,85 per lembar saham. Sisa laba bersih tahun buku 2024 setelah penyisihan dividen dibukukan sebagai laba ditahan, sebagai bagian dari strategi penguatan struktur permodalan jangka panjang.
Secara tahunan (year on year/yoy), BTPN mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 19%. Kinerja ini didorong oleh peningkatan portofolio pembiayaan produktif serta pengelolaan beban operasional yang efisien.
Peningkatan total aset konsolidasi mencapai Rp 241,1 triliun pada akhir 2024, mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menegaskan bahwa hasil ini selaras dengan misi perseroan sebagai bagian dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Group untuk menjadi mitra keuangan yang berkelanjutan.
“Kami percaya pada pertumbuhan yang bertanggung jawab. Momentum ini menjadi bagian dari transformasi merek dan strategi bisnis yang kami dorong,” ujarnya.
Jajaran direksi dan komisaris baru disahkan
Dalam agenda lainnya, RUPST menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan komisaris. Rotasi ini dinilai penting untuk memperkuat kepemimpinan perseroan dan menghadirkan perspektif baru dalam mendukung akselerasi bisnis jangka menengah dan panjang.
Henoch menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan terdahulu, sembari menyambut kehadiran figur-figur profesional baru yang dinilai memiliki kapabilitas dan pengalaman memadai.
Para pemegang saham menyetujui pengangkatan Michellina Laksmi Triwardhany dan Jun Saito sebagai Wakil Direktur Utama serta Yuki Terayama sebagai Direktur. Ketiganya akan mulai efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK dan izin kerja terkait.
Dalam jajaran dewan komisaris, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono bergabung sebagai Komisaris Independen menggantikan dua nama lama. Penyegaran ini bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan dan pengawasan yang sejalan dengan prinsip GCG (Good Corporate Governance).
Fokus pada inklusi keuangan dan transformasi digital
Selain memprioritaskan stabilitas kinerja, BTPN (SMBC Indonesia) juga menekankan transformasi digital sebagai penggerak utama. Pada tahun 2025, fokus diarahkan pada pengembangan layanan digital banking, perluasan layanan berbasis AI, serta memperluas jangkauan akses keuangan untuk UMKM dan masyarakat unbanked.
Sejalan dengan arahan OJK dan regulasi perbankan nasional, BTPN terus memperkuat modal inti dan memperluas sinergi bisnis dengan entitas afiliasi dalam grup SMBC secara regional.
Dengan kombinasi antara soliditas struktur keuangan, kepemimpinan baru yang berpengalaman, serta komitmen pada pertumbuhan berkelanjutan, BTPN (SMBC Indonesia) diproyeksikan tetap menjadi pemain kunci dalam industri perbankan nasional dan kawasan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









