Internasional

Buffett Rugi Lagi di Kraft Heinz, Saham Berkshire Tertinggal Jauh

104
Buffett Rugi Lagi di Kraft Heinz, Saham Berkshire Tertinggal Jauh
Investasi Buffett di Kraft Heinz kembali jeblok, memicu kerugian US$3,76 miliar dan membuat saham Berkshire kalah jauh dari S&P 500.

Investasi Buffett di Kraft Heinz Jadi Beban Baru Berkshire

JAKARTA, BursaNusantara.com – Langkah Warren Buffett yang selama ini dianggap tak pernah meleset, kali ini kembali diuji keras oleh realitas pasar makanan olahan global.

Kerugian US$3,76 miliar dari investasi Berkshire Hathaway di Kraft Heinz bukan cuma soal angka.

Investor menilai ini sebagai bukti bahwa merger Kraft-Heinz pada 2015 tidak memberikan hasil seperti ekspektasi legendaris Buffett.

Kegagalan ini semakin menyakitkan karena datang saat Buffett tengah bersiap pensiun dari kursi CEO.

Bukan kali pertama, Buffett sebelumnya sudah mengakui kesalahan bayar mahal saat akuisisi.

Kini, dengan saham Kraft Heinz makin tenggelam dan valuasi terus direvisi turun, luka lama itu kembali terbuka.

Kerugian Menekan Kinerja Keuangan dan Psikologis Pasar

Berkshire Hathaway mencatat laba operasional kuartal II-2025 sebesar US$11,16 miliar.

Angka ini turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih anjlok hingga 59% menjadi hanya US$12,37 miliar.

Anjloknya laba tak lepas dari penurunan portofolio saham serta writedown dari Kraft Heinz.

Nilai kepemilikan 27,4% saham di Kraft kini harus dipangkas US$5 miliar sebelum pajak.

Penurunan nilai ini memberi sinyal ke pasar bahwa Buffett sendiri mengoreksi pandangan masa lalunya.

Sinyal Strategis dari Kraft Heinz dan Dampaknya ke Berkshire

Kraft Heinz baru-baru ini menyatakan akan mempertimbangkan opsi pemisahan bisnis.

Langkah ini disebut-sebut jadi pemicu utama writedown yang dilakukan Berkshire.

Pemisahan bisnis bisa berarti pembenahan besar, tapi juga bisa sinyal krisis internal.

Bagi Buffett, keputusan itu mempertegas bahwa aset tersebut tak lagi bernilai jangka panjang.

Dalam konteks pasar, pernyataan Kraft membuat investor makin skeptis dengan prospek sinergi industri makanan.

Buffett Pensiun, Arah Investasi Berkshire Dipertanyakan

Sejak Buffett mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO, saham Berkshire turun lebih dari 12%.

Bandingkan dengan indeks S&P 500 yang justru menguat 10% dalam periode yang sama.

Selisih 22 poin persentase itu menjadi alarm keras bagi investor jangka panjang.

Apalagi, Greg Abel yang ditunjuk sebagai pengganti belum terbukti menghadapi krisis besar.

Dalam dunia investasi, transisi kepemimpinan tanpa kepercayaan pasar bisa sangat mahal.

Sikap Pasif dan Tumpukan Kas Jadi Perdebatan

Selama 11 kuartal berturut-turut, Berkshire lebih banyak menjual saham ketimbang membeli.

Strategi ini memang menumpuk kas hingga US$344,1 miliar, nyaris rekor tertinggi.

Namun absennya aksi beli, termasuk buyback saham sejak Mei 2024, memicu tanda tanya.

Apakah Buffett sudah kehilangan keyakinan terhadap pasar?

Atau justru menunggu krisis baru yang belum terjadi?

Bagi sebagian investor, diamnya Berkshire dinilai kontra produktif dalam iklim pasar yang dinamis.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version