BankKeuangan

Buka Bukaan Kredit BRI Bermasalah Ternyata Sebesar Ini

107
Buka Bukaan Kredit BRI Bermasalah Ternyata Sebesar Ini
BRI catat perbaikan kualitas aset di 2024: NPL menyusut ke 2,78% dari 2,95% dan kredit tumbuh 7% YoY; pencadangan NPL 215% menjamin simpanan nasabah terjaga. Simpanan terjaga, aman ya

Perbaikan Kualitas Aset BRI di Tahun 2024

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat perbaikan kualitas aset pada tahun 2024. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) menyusut menjadi 2,78% dari 2,95% pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan outstanding kredit BRI yang meningkat sebesar 7% YoY, mencapai Rp1.354,6 triliun per akhir 2024.

Meskipun nilai kredit bermasalah secara konsolidasi naik tipis dari Rp37,3 triliun menjadi Rp37,7 triliun, peningkatan tersebut sebanding dengan pertumbuhan total kredit, sehingga rasio NPL mengalami perbaikan.

Rincian Kinerja Kredit Berdasarkan Segmen

Segmen Mikro: Kredit Bermasalah dan Pertumbuhan

Di segmen mikro, total kredit BRI mencapai Rp491,2 triliun pada akhir 2024. Kredit bermasalah di segmen ini tercatat mencapai Rp13,99 triliun, dengan rasio yang naik menjadi 2,85% dari 2,47% pada tahun 2023.

Kenaikan nilai NPL di segmen mikro menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan kredit, BRI tetap mengawasi dengan ketat risiko yang ada melalui evaluasi kualitas kredit yang selektif.

Segmen Usaha Kecil: Penurunan Rasio NPL

Untuk segmen usaha kecil, total portofolio kredit BRI mencapai Rp228,1 triliun. Kredit bermasalah di segmen ini turun menjadi Rp10,08 triliun, dengan rasio 4,42% dibandingkan dengan Rp11,13 triliun dan rasio 4,88% pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini mencerminkan upaya BRI dalam memperketat penyaluran kredit dan meningkatkan proses evaluasi kredit untuk usaha kecil.

Segmen Usaha Medium: Kenaikan Tipis pada NPL

Pada segmen usaha medium, total kredit mencapai Rp39,1 triliun. Kredit bermasalah tercatat sebesar Rp977 miliar dengan rasio 2,5%, naik dari Rp826 miliar dan rasio 2,56% pada 2023.

Meskipun terjadi kenaikan nilai NPL secara nominal, perubahannya masih tergolong tipis dan menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kredit di segmen ini berjalan cukup efektif.

Segmen Korporasi: Peningkatan Kualitas Kredit

Di segmen korporasi, outstanding kredit mencapai Rp253,7 triliun. Kredit bermasalah tercatat sebesar Rp6,59 triliun, sehingga rasio NPL berada di kisaran 2,6%, menyusut dari 3,86% pada tahun 2023.

Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa BRI mampu menjaga kualitas kredit korporasi melalui kebijakan penyaluran kredit yang selektif dan pengelolaan risiko yang baik.

Segmen Konsumer: Stabilitas dengan Nilai NPL Meningkat

Segmen konsumer menunjukkan kondisi yang stabil, dengan total kredit konsumsi mencapai Rp203,2 triliun. Meskipun rasio NPL tetap stabil di angka 1,97%, nilai kredit bermasalah meningkat dari Rp3,59 triliun menjadi Rp4 triliun.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan nominal, proporsi kredit bermasalah terhadap total kredit konsumer tetap terkendali.

Anak Usaha BRI: Perbaikan Kredit Bermasalah

Anak usaha BRI juga menunjukkan tren perbaikan. Total kredit anak usaha mencapai Rp139,3 triliun, dengan kredit bermasalah sebesar Rp2,03 triliun atau setara dengan rasio 1,46%.

Pada tahun 2023, nilai NPL anak usaha tercatat sebesar Rp1,44 triliun dengan rasio 2,95%. Perbaikan ini menandakan bahwa kebijakan penyaluran kredit di anak usaha telah lebih selektif dan didukung oleh upaya pengelolaan risiko yang lebih ketat.

Strategi Manajemen dan Pencadangan NPL

Pendekatan Selektif dalam Pertumbuhan Kredit

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyampaikan bahwa perbaikan kualitas kredit sejalan dengan pertumbuhan kredit yang dilakukan secara selektif.

BRI fokus menyalurkan kredit kepada nasabah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan risiko kredit yang terkendali.

Hal ini terbukti dari pertumbuhan outstanding kredit yang meningkat sebesar 7% YoY, sehingga meskipun ada kenaikan nilai kredit bermasalah secara nominal, rasio NPL tetap menurun.

Pencadangan NPL sebagai Jaminan Simpanan

BRI telah mempersiapkan pencadangan yang lebih dari cukup dengan NPL coverage ratio mencapai 215%. Artinya, jumlah kredit bermasalah telah dicadangkan lebih dari dua kali lipat, yang menjadi jaminan agar bank tetap dapat memenuhi kewajibannya terhadap simpanan nasabah, seperti deposito, tabungan, dan giro.

Langkah ini memberikan perlindungan tambahan kepada nasabah, terutama dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Rincian Pencadangan dan Manajemen Risiko

Melalui strategi pencadangan yang agresif, BRI tidak hanya mengantisipasi potensi kredit macet tetapi juga menjaga stabilitas neraca keuangan.

Pencadangan yang memadai merupakan indikator bahwa bank memiliki cadangan likuiditas yang kuat untuk menutupi risiko kredit yang ada.

Dengan NPL coverage ratio 215%, BRI menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan bahwa simpanan mereka tetap aman.

Dampak Terhadap Simpanan Nasabah dan Prospek Masa Depan

Perlindungan Simpanan dan Kepercayaan Publik

Perbaikan kualitas aset dan kebijakan pencadangan yang kuat memberikan dampak positif terhadap perlindungan simpanan nasabah.

Dengan rasio NPL yang menurun dan pencadangan yang memadai, BRI dapat memastikan bahwa kewajiban terhadap nasabah tetap terpenuhi meskipun terjadi kredit macet.

Hal ini meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat reputasi bank sebagai institusi keuangan yang handal.

Prospek Pertumbuhan Kredit yang Berkelanjutan

Ke depan, BRI diharapkan dapat mempertahankan tren perbaikan kualitas aset melalui penyaluran kredit yang selektif dan pengelolaan risiko yang lebih baik.

Pertumbuhan kredit yang stabil akan mendukung ekspansi bisnis bank sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Dengan upaya terus menerus dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas kredit, prospek BRI untuk menghadapi tantangan ekonomi global terlihat semakin cerah.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version