Rekor Serapan Beras Lokal Sepanjang Sejarah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Perum BULOG mencatatkan capaian bersejarah dengan menyerap lebih dari 2 juta ton setara beras dari panen petani lokal hingga awal Mei 2025.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi pencapaian tertinggi sejak lembaga ini berdiri 57 tahun lalu.
Penyerapan masif ini turut mengerek jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi lebih dari 3,6 juta ton. Seluruh stok tersebut disiapkan guna memenuhi berbagai program penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Bulog Targetkan Serapan 800 Ribu Ton Gabah di Maret 2025
Strategi Penyerapan dan Kolaborasi Lapangan
Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalankan strategi optimal untuk menyerap hasil panen lokal demi menstabilkan harga gabah serta menjamin ketersediaan beras yang cukup di masyarakat.
Dalam penugasan tahun ini, BULOG membeli gabah kering panen (GKP) dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Penyerapan dilakukan melalui Tim Jemput Gabah yang bekerja sama dengan penyuluh pertanian serta Babinsa di lapangan untuk memastikan gudang terisi penuh.
Baca Juga: Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha Penggilingan Nakal
Kemitraan dengan Penggilingan Padi
Strategi BULOG tak hanya menyasar petani perorangan, tapi juga kelompok tani dan gabungan kelompok tani di seluruh Indonesia.
Selain itu, BULOG turut menggandeng penggilingan padi skala kecil dan besar guna memperkuat cadangan nasional secara merata.
Langkah progresif ini memperlihatkan transformasi BULOG dari sekadar lembaga distribusi menjadi pemain strategis dalam rantai pasok pangan yang berdaya tahan tinggi.
Baca Juga: Transformasi Koperasi Petani: Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan 2025










