Geser Kebawah
BisnisEnergi

BUMI Lakukan Langkah Ini Demi Buka Jalan Dividen

88
×

BUMI Lakukan Langkah Ini Demi Buka Jalan Dividen

Sebarkan artikel ini
BUMI Lakukan Langkah Ini Demi Buka Jalan Dividen
BUMI ajukan kuasi reorganisasi dalam RUPSLB untuk hapus defisit dan buka peluang bagi pembagian dividen tunai.

Strategi Baru BUMI: Hapus Defisit, Buka Peluang Dividen

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara yang dinaungi Grup Bakrie dan Salim, menggelar RUPST dan RUPSLB pada Senin (2/6/2025). Salah satu agenda terpenting dalam RUPSLB adalah persetujuan pelaksanaan kuasi reorganisasi.

Langkah ini merupakan strategi perseroan untuk menata ulang struktur permodalan, terutama terkait akumulasi kerugian yang membebani laporan keuangan.

Sponsor
Iklan

Eliminasi Defisit Lewat Agio Saham

Manajemen BUMI menyampaikan bahwa kuasi reorganisasi akan dilakukan dengan cara menghapus akumulasi rugi atau defisit. Proses ini menggunakan saldo agio saham yang dimiliki perseroan.

Agio saham merupakan kelebihan dana dari setoran modal di atas nilai nominal saham. Dana inilah yang akan dimanfaatkan untuk menutupi kerugian yang menumpuk selama bertahun-tahun.

BUMI menilai bahwa langkah ini perlu agar neraca keuangan perusahaan menjadi lebih sehat dan siap menghadapi agenda bisnis jangka panjang.

Target Utama: Bisa Bayar Dividen Tunai

Manajemen menyatakan bahwa kuasi reorganisasi bukan sekadar langkah kosmetik. Tujuan utamanya adalah memperbaiki saldo laba agar perseroan bisa membagikan dividen tunai ke para pemegang saham.

Hal ini mencerminkan komitmen BUMI untuk memberikan nilai lebih kepada investor, setelah bertahun-tahun menahan diri dari pembagian laba akibat defisit yang besar.

Restrukturisasi ini membuka peluang baru dalam strategi hubungan investor, sekaligus memperkuat persepsi pasar terhadap keberlanjutan bisnis BUMI.

Respons BEI dan Penegasan Manajemen

Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menyoroti agenda ini dan meminta klarifikasi atas motif kuasi reorganisasi. Salah satu pertanyaan penting dari regulator adalah apakah ada ikatan dengan pemegang saham tertentu yang mewajibkan pembayaran dividen.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan Irana Candra Mala menegaskan bahwa tidak ada kewajiban dari pemegang saham manapun terhadap pembagian dividen. Artinya, langkah ini murni inisiatif korporasi demi menata kembali struktur keuangan.

Dengan restrukturisasi ini, BUMI ingin membuka babak baru sebagai emiten yang sehat secara finansial dan berorientasi pada return pemegang saham.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.