Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

BUMI Lepas Ketergantungan Batubara, Ekspansi Tambang Australia!

377
×

BUMI Lepas Ketergantungan Batubara, Ekspansi Tambang Australia!

Sebarkan artikel ini
BUMI Lepas Ketergantungan Batubara, Ekspansi Tambang Australia!
BUMI resmi akuisisi mayoritas saham Jubilee Metals & Wolfram Ltd di Australia. Target produksi emas & tembaga mulai 2026 demi diversifikasi EBITDA 50:50.

Bukan Lagi Sekadar Batubara, BUMI Incar Emas dan Tembaga Australia di 2026

JAKARTA, BursaNusantara.com – Raksasa pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi menancapkan taringnya di pasar mineral global. Melalui langkah akuisisi strategis di Australia, perusahaan milik grup Bakrie dan Salim ini bersiap bertransformasi menjadi pemain kunci di sektor emas dan tembaga mulai tahun 2026.

Kuasai Mayoritas Jubilee Metals: Amunisi Emas Baru BUMI

BUMI mengonfirmasi telah merampungkan akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML) di Northern Queensland, Australia. Kini, BUMI resmi menjadi pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 64,98%.

Sponsor
Iklan

Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie (Aga Bakrie), menegaskan bahwa aset JML bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan aset berkadar tinggi yang siap berproduksi dalam waktu dekat.

“JML memiliki potensi peningkatan nilai yang signifikan. Ini adalah tonggak penting dalam strategi diversifikasi jangka panjang kami,” ujar Aga Bakrie.

Target Operasi 2026: Emas dan Tembaga Jadi Backbone Baru

BUMI tidak hanya mengincar emas. Melalui akuisisi 100% saham Wolfram Limited, perseroan kini memiliki akses penuh terhadap cadangan tembaga yang masif di koridor tembaga-emas Australia.

Berikut adalah proyeksi produksi perdana BUMI di Australia:

  • Jubilee Metals (Emas): Penambangan dimulai Juli 2026 dengan target awal 9,89 ribu ons emas.
  • Wolfram Limited (Tembaga): Beroperasi kembali Juni 2026 dengan estimasi produksi 9.334 ton ekuivalen tembaga.

Ambisi 2031: Menuju Komposisi EBITDA 50:50

Langkah agresif ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) besar BUMI untuk melepaskan ketergantungan tunggal pada batubara termal. Perseroan menargetkan pada tahun 2031, komposisi EBITDA terkonsolidasi akan terbagi rata sebesar 50% dari batubara dan 50% dari aset non-batubara.

Strategi ini dirancang untuk menjaga ketahanan finansial perseroan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Dengan merambah ke mineral kritis seperti tembaga, BUMI kini memposisikan diri dalam ekosistem transisi energi global yang jauh lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan