JAKARTA – Raksasa pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), di bawah kendali duet Grup Bakrie dan Salim, kembali memperkuat struktur finansialnya. Perusahaan resmi mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp612,75 miliar.
Langkah ini merupakan bagian dari ambisi besar program penawaran umum berkelanjutan BUMI yang menargetkan total dana segar hingga Rp5 triliun.
Strategi Pembayaran Dipercepat: Pangkas Beban Bunga
BUMI menawarkan bunga tetap yang cukup kompetitif, yakni 7,25% per tahun dengan tenor tiga tahun. Dana yang diraup dari publik ini memiliki misi utama: Deleveraging.
Manajemen mengonfirmasi bahwa sebagian besar dana, atau sekitar US$20,45 juta (setara Rp347,3 miliar), akan digunakan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok pinjaman kepada Indies Special Opportunities III & IV Ltd. Sisanya? Akan disuntikkan langsung ke pos modal kerja untuk menjaga napas operasional harian perusahaan.
Jadwal Krusial Bagi Investor
Bagi para pemburu instrumen pendapatan tetap, catat tanggal mainnya:
- Periode Penawaran Umum: 9 – 13 Februari 2026.
- Target Dana: Rp612,75 Miliar.
Nasib Saham BUMI: Rebound Tipis di Tengah Badai “Net Sell” Asing
Pasar merespons aksi korporasi ini dengan cukup dinamis. Setelah babak belur dihantam koreksi tajam selama dua hari berturut-turut pada 21-22 Januari, saham BUMI akhirnya berhasil rebound 3,45% ke level Rp360 pada perdagangan Jumat (23/1/2026).
Meskipun mulai menghijau, tantangan BUMI belum usai. Dalam sepekan terakhir, saham ini masih mencatatkan penurunan akumulatif sebesar 12,20%. Tekanan terberat datang dari pemodal mancanegara dengan catatan jual bersih (net foreign sell) yang fantastis mencapai Rp1,34 triliun.
Aksi korporasi ini diharapkan menjadi sentimen positif untuk menahan laju penurunan harga saham dan membuktikan kepada pasar bahwa BUMI sangat serius dalam mengelola utang dolar di tengah fluktuasi kurs.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










