Geser Kebawah
HeadlineKriptoPasar

Bursa Kripto Bithumb Salah Input Bitcoin Rp 628 Triliun!

49
×

Bursa Kripto Bithumb Salah Input Bitcoin Rp 628 Triliun!

Sebarkan artikel ini
Bursa Kripto Bithumb Salah Input Bitcoin Rp 628 Triliun!
Bursa kripto Bithumb alami insiden "fat finger" hingga Rp 628 triliun. Simak kronologi lengkap dan nasib dana nasabah di sini. Baca selengkapnya sekarang!

Kekacauan Digital: Insiden Fat Finger Paksa Bursa Kripto Bithumb Hentikan Layanan

JAKARTA – Dunia aset digital gempar setelah salah satu bursa terbesar asal Korea Selatan, Bursa Kripto Bithumb, mengalami insiden kesalahan input data yang masif. Seorang karyawan dilaporkan melakukan kesalahan fatal saat memasukkan parameter sistem.

Akibatnya, platform tersebut secara tidak sengaja “membagikan” Bitcoin (BTC) dengan nilai fantastis yang mencapai angka Rp 628 triliun di layar pengguna. Meskipun angka tersebut muncul akibat kegagalan sistematis, kepanikan pasar tidak terhindarkan.

Sponsor
Iklan

Oleh karena itu, manajemen segera mengambil langkah darurat untuk memitigasi risiko kerugian lebih lanjut yang bisa mengancam likuiditas perusahaan.

Selain itu, insiden ini memicu lonjakan aktivitas penarikan yang tidak wajar dari para pengguna yang menyadari celah tersebut. Manajemen Bursa Kripto Bithumb merespons situasi ini dengan menghentikan sementara seluruh layanan deposit dan penarikan aset.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengaudit ulang saldo dan mengembalikan sistem ke titik aman sebelum kesalahan terjadi. Akibatnya, ribuan transaksi tertunda dan menciptakan ketidakpastian bagi para trader aktif. Jadi, transparansi perusahaan saat ini sedang diuji oleh publik dan regulator keuangan Korea Selatan.

Kronologi Kesalahan Input dan Dampak ke Pasar Kripto

Kesalahan manusia (human error) dalam industri keuangan sering kali berujung pada kerugian triliunan rupiah. Selanjutnya, berikut adalah beberapa poin krusial mengenai dampak dari insiden di Bursa Kripto Bithumb:

  • Nilai Error Fantastis: Sistem menampilkan angka aset yang salah hingga mencapai estimasi Rp 628 triliun, jauh melampaui cadangan aset perusahaan yang sebenarnya.
  • Suspensi Layanan: Bithumb mematikan akses wallet untuk mencegah eksploitasi dana oleh pihak-pihak yang mencoba mencairkan saldo “gaib” tersebut.
  • Sentimen Negatif: Harga Bitcoin sempat mengalami volatilitas sesaat di platform lokal akibat tekanan jual dari akun-akun yang terdampak glitch.
  • Oleh karena itu, regulator kini mulai memeriksa protokol manajemen risiko yang diterapkan oleh bursa-bursa besar di Asia.

Nasib Dana Nasabah dan Langkah Pemulihan Sistem

Pihak Bithumb memastikan bahwa dana nasabah yang sah tetap aman dan tersimpan dalam cold wallet perusahaan. Namun, proses sinkronisasi ulang data membutuhkan waktu yang tidak sebentar guna memastikan tidak ada kebocoran aset ke pihak luar.

Selain itu, Bursa Kripto Bithumb berjanji akan memberikan kompensasi bagi pengguna yang terdampak gangguan transaksi selama masa suspensi. Selanjutnya, perusahaan akan melakukan perombakan total pada sistem verifikasi input data agar kejadian memalukan ini tidak terulang kembali.

Kejadian ini membuktikan bahwa teknologi tinggi tetap membutuhkan pengawasan manusia yang berlapis. Banyak pakar menyarankan agar bursa kripto mulai menerapkan sistem automatic circuit breaker yang lebih sensitif terhadap angka input yang tidak logis.

Oleh karena itu, integritas Bursa Kripto Bithumb kini sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan mereka dalam memulihkan sistem harian. Akhirnya, para investor harus tetap waspada dan memilih platform dengan reputasi keamanan yang teruji secara ketat.

Jadi, pastikan Anda memantau pengumuman resmi perusahaan sebelum melanjutkan aktivitas perdagangan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan