Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Buyback Saham ASII Rp2 T: Strategi di Tengah IHSG Longsor?

8
×

Buyback Saham ASII Rp2 T: Strategi di Tengah IHSG Longsor?

Sebarkan artikel ini
Buyback Saham ASII Rp2 T Strategi di Tengah IHSG Longsor
Astra (ASII) siapkan Rp2 T untuk buyback saat saham anjlok. Sinyal harga sudah murah atau sekadar jaga volatilitas? Simak detail aksinya di sini.

Aksi Korporasi Astra International di Tengah Volatilitas Pasar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketakutan pasar yang menyeret indeks ke zona merah pekat seringkali menutup mata investor terhadap fundamental kokoh perusahaan blue-chip yang sedang didiskon.

Astra International justru memanfaatkan momentum koreksi tajam ini untuk menunjukkan kepercayaan diri manajemen melalui aksi borong saham kembali di pasar reguler.

Langkah korporasi dengan total nilai Rp2 triliun ini dijadwalkan berlangsung di tengah kondisi bursa yang sedang mengalami tekanan jual masif.

Hingga penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok hingga 3,05 persen ke level 7.137.

Saham ASII sendiri ikut terkoreksi 2,10 persen ke posisi Rp5.825, yang mengakumulasi penurunan sebesar 7,91 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Kapan Jadwal Eksekusi dan Berapa Batas Harga Wajarnya?

Periode pelaksanaan pembelian kembali saham ini akan dimulai pada 16 Maret hingga 15 Juni 2026 mendatang.

Manajemen ASII menetapkan bahwa buyback akan dilakukan pada tingkat harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan sesuai kondisi pasar.

Jumlah saham yang dibeli kembali dipastikan tidak akan melebihi batas maksimal 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Astra juga menjamin porsi saham publik atau free float tetap terjaga minimal 7,5 persen guna menjaga likuiditas perdagangan di bursa.

Penggunaan dana internal menjadi sumber utama pembiayaan aksi ini, tanpa melibatkan pinjaman perbankan maupun dana hasil penawaran umum.

Catatan dalam keterbukaan informasi menyebutkan bahwa program ini tidak memiliki dampak negatif material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan.

Benarkah Harga Saat Ini Lebih Murah dari Buyback Sebelumnya?

Evaluasi terhadap program serupa menunjukkan bahwa Astra sebelumnya telah menyerap dana hingga Rp685 miliar pada periode Januari hingga Februari 2026.

Perseroan kala itu berhasil menyerap sebanyak 104,85 juta lembar saham dengan rata-rata harga pembelian di level Rp6.533 per saham.

Harga pasar saat ini yang berada di level Rp5.825 secara teknis berada jauh di bawah harga rata-rata pembelian pada periode pertama tersebut.

Rekam jejak menunjukkan bahwa Astra telah mengalokasikan total dana maksimal Rp2 triliun untuk memperkuat posisi kepemilikan saham perusahaan.

Akumulasi pembelian kembali saham dalam dua periode terakhir kini telah mencapai angka sekitar 410 juta lembar saham.

Jumlah tersebut mencerminkan porsi kurang dari 1 persen dari total seluruh saham beredar yang dimiliki oleh raksasa otomotif nasional ini.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan