BankKeuangan

BVIC Dekati KBMI 2 Usai Tambah Modal Inti Jadi Rp 4 Triliun

183
BVIC Dekati KBMI 2 Usai Tambah Modal Inti Jadi Rp 4 Triliun
Bank Victoria (BVIC) targetkan kenaikan modal inti menjadi Rp 4 triliun di kuartal II-2025 lewat divestasi BVS dan exercise waran, mendekati syarat KBMI 2.

Modal Inti BVIC Tembus Rp 4 Triliun Berkat Aksi Juni 2025

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Victoria International Tbk (IDX:BVIC) memproyeksikan lonjakan signifikan pada modal inti di akhir kuartal II-2025 berkat dua aksi korporasi strategis yang dijalankan sepanjang Juni.

Manajemen menyebutkan nilai modal inti akan menyentuh Rp 4 triliun, naik tajam dari posisi kuartal sebelumnya yang berada di kisaran Rp 3,6 triliun.

Peningkatan modal ini memperkuat posisi BVIC dalam mengejar status Bank KBMI 2 yang mensyaratkan kepemilikan modal inti minimal Rp 6 triliun.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Direktur BVIC, Rusli, yang menilai capaian ini sebagai kemajuan berarti dalam perjalanan jangka panjang perusahaan.

Menurutnya, BVIC kini telah melampaui batas minimum modal inti bank di Indonesia sebesar Rp 3 triliun, dan mencatat kelebihan Rp 1 triliun dari ambang batas tersebut.

Dua Aksi Korporasi Jadi Kunci Lonjakan Modal

BVIC menyebutkan dua langkah penting yang mendongkrak modal inti: divestasi anak usaha dan realisasi waran.

Langkah pertama adalah pelepasan kepemilikan saham sebesar 19,8% di PT Bank Victoria Syariah (BVS) kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Transaksi senilai Rp 322,5 miliar tersebut menghasilkan laba bersih Rp 100,66 miliar bagi BVIC.

Menurut Rusli, aksi divestasi ini bukan hanya memperkuat likuiditas, tapi juga menjadi bagian dari strategi efisiensi portofolio entitas anak.

Langkah kedua adalah pelaksanaan waran BVIC-W Seri VII yang telah membawa tambahan modal sebesar Rp 256,66 miliar.

Waran tersebut dieksekusi oleh pemegang saham sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek bisnis dan fundamental BVIC.

Rasio CAR Terus Menanjak dalam Lima Tahun

Peningkatan modal inti turut berdampak pada rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BVIC yang menunjukkan tren positif sejak lima tahun terakhir.

Pada tahun 2021, CAR BVIC tercatat 17,49% dan terus meningkat menjadi 21,02% per Maret 2025.

Kenaikan CAR mempertegas fundamental permodalan BVIC di tengah ketatnya persaingan sektor perbankan kelas menengah.

Rusli menegaskan bahwa stabilnya CAR menjadi indikasi kuat bahwa bank memiliki ketahanan finansial dan ruang ekspansi bisnis yang sehat.

Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa BVIC menjaga rasio prudensial secara konsisten.

Target Jangka Menengah: Raih KBMI 2

BVIC belum berhenti di Rp 4 triliun, karena target jangka menengah perusahaan adalah menembus batas Rp 6 triliun agar resmi masuk kelompok bank KBMI 2.

Langkah menuju KBMI 2 diyakini akan membuka peluang baru dalam skala layanan, cakupan kredit, dan daya saing produk.

Rusli menyatakan bahwa berbagai opsi pendanaan tengah dikaji untuk mempercepat realisasi target tersebut.

Di antaranya melalui optimalisasi laba ditahan, skema right issue, maupun kemitraan strategis dengan investor baru.

Manajemen juga menyiapkan strategi ekspansi digital yang didukung modal besar agar dapat bersaing di era perbankan berbasis teknologi.

“Dengan tambahan modal ini, kami semakin siap bertransformasi untuk menjangkau segmen yang lebih luas,” kata Rusli dengan nada optimistis.

BVIC menilai momentum penguatan modal di pertengahan 2025 ini menjadi titik balik menuju lompatan kelas yang telah lama dirancang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version