Geser Kebawah
BisnisHeadlineOtomotif

BYD Bantah Tuduhan Perbudakan di Pabrik Brazil, Ini Faktanya

89
×

BYD Bantah Tuduhan Perbudakan di Pabrik Brazil, Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
byd bantah tuduhan perbudakan di pabrik brazil ini faktanya kompres
Judul Berita: BYD Bantah Tuduhan Perbudakan di Pabrik Brazil, Ini Faktanya Meta Deskripsi: BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok, membantah tuduhan kondisi kerja mirip perbudakan di pabriknya di Brazil. Perusahaan hentikan kontrak dan lakukan evaluasi.

BYD Tegaskan Komitmen: Bantah Tuduhan Perbudakan di Brazil

JAKARTA, BursaNusantara.com – BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok, menanggapi keras tuduhan terkait kondisi kerja mirip perbudakan di lokasi konstruksi pabriknya di Brazil. Tuduhan tersebut diungkapkan setelah laporan dari kantor Kejaksaan Brazil menyatakan bahwa 163 pekerja asal Tiongkok ditemukan dalam kondisi kerja tidak manusiawi.

Juru bicara BYD, Li Yunfei, menyebut tuduhan itu sebagai upaya mencemarkan nama baik Tiongkok dan merek-merek asal negara tersebut. “Ini adalah serangan terhadap hubungan bilateral Tiongkok dan Brazil serta untuk merusak citra kami,” ujar Li dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui platform Weibo.

Sponsor
Iklan

Fakta Laporan Kejaksaan Brazil

Laporan Kejaksaan Brazil mengungkapkan kondisi pekerja yang sangat buruk di lokasi konstruksi, termasuk tempat tidur tanpa kasur, fasilitas dapur sederhana, dan sanitasi yang memprihatinkan. Dormitori pekerja disebut hanya memiliki satu toilet untuk 31 orang. Para pekerja dikatakan harus bangun pukul 4 pagi untuk berangkat kerja pada pukul 5:30.

Video yang dirilis oleh Kejaksaan memperlihatkan dormitori dengan fasilitas minim dan kondisi kerja yang jauh dari standar manusiawi.

Tindakan BYD Menanggapi Tuduhan

BYD dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan telah mengambil langkah cepat untuk menghentikan kontrak kerja sama dengan Jinjiang Construction Brazil, kontraktor yang bertanggung jawab atas pembangunan pabrik tersebut.

BYD juga telah menempatkan para pekerja di hotel-hotel terdekat dan menghentikan sementara proyek pembangunan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut. “Kami telah memberlakukan perubahan signifikan terhadap kondisi kerja di lokasi konstruksi dan meminta kontraktor segera menerapkannya,” tegas juru bicara perusahaan.

Respons Kontraktor dan Klarifikasi Masalah

Jinjiang Construction Brazil, kontraktor yang terlibat dalam proyek ini, juga merilis pernyataan yang membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa permasalahan ini dipicu oleh perbedaan budaya dan miskomunikasi. “Tidak ada elemen perbudakan dalam operasi kami. Ini adalah kesalahpahaman akibat perbedaan budaya dan bahasa,” jelas pihak kontraktor.

Komitmen BYD untuk Standar Kerja Global

Sebagai produsen mobil listrik terkemuka, BYD menegaskan komitmennya terhadap standar kerja global. Perusahaan menyatakan akan terus berusaha memastikan kondisi kerja yang layak di seluruh fasilitas operasionalnya.

Selain itu, BYD menekankan pentingnya menjaga hubungan bilateral dengan Brazil, negara yang menjadi bagian penting dalam ekspansi global perusahaan. “Kami berdedikasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai standar internasional dan melindungi semua pekerja kami,” tutup Li Yunfei.

Kesimpulan

Meski tuduhan terhadap BYD memicu kontroversi, perusahaan telah mengambil langkah nyata untuk menangani isu tersebut, termasuk memutus kontrak dengan pihak kontraktor dan memperbaiki kondisi kerja. Upaya ini menunjukkan keseriusan BYD dalam menjunjung tinggi prinsip good governance dan tanggung jawab sosial perusahaan.