Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Calon Saham Prajogo Pangetu, CDIA Incar Rp2,37 T dari IPO

127
×

Calon Saham Prajogo Pangetu, CDIA Incar Rp2,37 T dari IPO

Sebarkan artikel ini
Calon Saham Prajogo Pangetu, CDIA Incar Rp2,37 T dari IPO
CDIA targetkan dana IPO Rp2,37 triliun untuk memperluas aset energi, air, pelabuhan, penyimpanan, dan logistik.

CDIA Siapkan IPO Skala Besar untuk Perkuat Infrastruktur

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Chandra Daya Investasi (IDX:CDIA) membidik dana antara Rp2,12 triliun hingga Rp2,37 triliun dari penawaran umum saham perdana (IPO). Dana tersebut akan dihimpun dari pelepasan maksimal 12,48 miliar saham baru.

Saham itu ditawarkan pada kisaran harga Rp170 hingga Rp190 per lembar, dengan nilai nominal Rp100. Jumlah saham yang dilepas setara 10 persen dari modal disetor penuh perusahaan.

Sponsor
Iklan

IPO ini menjadi langkah penting dalam strategi CDIA untuk memperbesar skala investasi infrastruktur. Fokus bisnis mencakup sektor energi, pengelolaan air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik.

Strategi Permodalan dan Keterlibatan Investor Institusi

Langkah IPO didukung oleh kepercayaan investor institusi. Beberapa sekuritas papan atas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, antara lain BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, OCBC Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, serta Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM).

Keterlibatan banyak penjamin pelaksana memperlihatkan soliditas prospek bisnis CDIA di mata pasar modal. IPO ini juga akan memperkuat posisi perusahaan dalam pengelolaan portofolio infrastruktur jangka panjang.

Sebelum IPO, CDIA telah mendapat suntikan dana dari dua entitas besar. Chandra Asri Pacific selaku induk usaha menanamkan USD90 juta ke dalam CDIA.

Sementara itu, mitra strategisnya dari Thailand, Electricity Generating Public Company Limited (EGCO Group), menyuntikkan dana sebesar USD95 juta. Total investasi awal yang terkumpul mencapai USD185 juta.

Kendali Manajemen Tetap di Chandra Asri

Meskipun mendapat investasi dari pihak luar, kendali penuh terhadap CDIA tetap berada di tangan Chandra Asri. Hal ini menunjukkan komitmen induk usaha dalam mengawal langsung arah pertumbuhan anak perusahaannya.

EGCO Group turut terlibat sebagai mitra jangka panjang untuk mendukung pengembangan aset infrastruktur. Kemitraan ini bertujuan memperkuat ekspansi dan menambah nilai strategis bisnis CDIA.

Fokus investasi akan diarahkan pada pengembangan infrastruktur energi, penyediaan air industri, terminal pelabuhan, gudang penyimpanan, dan sistem logistik. Perusahaan menargetkan pertumbuhan aset berkelanjutan dengan dampak ekonomi nyata.

Proyeksi Kinerja dan Visi Bisnis

Sepanjang tahun ini, CDIA menargetkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun. Laba bersih ditaksir mencapai Rp500 miliar, mencerminkan efisiensi operasional dan kekuatan strategi bisnis.

Dengan prospek cerah dan dukungan pendanaan yang kuat, CDIA bersiap menempatkan diri sebagai pemain utama di sektor infrastruktur Indonesia. IPO menjadi sarana penting untuk membuka akses pasar dan mendukung ekspansi yang agresif.

Langkah ini menunjukkan kesiapan CDIA melayani kebutuhan infrastruktur masa depan. Investor diundang untuk ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang yang penuh potensi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.