JAKARTA, BursaNusantara.com – Momen pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2025 bisa dimanfaatkan oleh investor pasar modal untuk berburu dividen dari saham blue chip. Di sisi lain, emiten baru seperti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menghadirkan alternatif prospektif lewat strategi pengembangan properti berbasis MICE (Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions).
CBDK resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025. Sebagai perusahaan keenam yang melantai di BEI tahun ini, anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini menawarkan 5.668.945 saham dengan harga IPO Rp 4.060 per saham. Aksi korporasi ini sukses mencatatkan oversubscription sebesar 344,28 kali dari total 155.884 investor.
Dana segar senilai Rp 2,3 triliun pun berhasil dikantongi. Dana ini sepenuhnya dialokasikan untuk penyertaan pada PT Industri Pameran Nusantara dalam bentuk 15,277 juta saham seri B atau setara dengan 99,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Baca Juga: CBDK Steven Kusumo Catat Lonjakan Laba 60% di 2024, Optimis dengan Proyek NICE
Proyek NICE Jadi Andalan Bisnis Berulang
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengungkapkan bahwa dana tersebut digunakan untuk pembangunan Nusantara International Convention and Exhibition (NICE). Proyek ini akan menjadi pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia, serta sumber pendapatan berulang (recurring income) bagi CBDK.
“NICE akan menjadi elemen strategis dalam ekosistem CBD PIK 2,” ujar Steven saat seremoni IPO.
Dibangun di atas lahan seluas 19 hektare, NICE dirancang dengan area pameran dan konvensi sekitar 120.000 meter persegi. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada Oktober 2025, sedikit bergeser dari target semula di September 2025.
Steven menekankan bahwa sektor event memiliki efek berganda besar terhadap ekonomi nasional. MICE bukan sekadar tempat penyelenggaraan acara, tetapi mampu menghidupkan industri transportasi, perhotelan, konsumsi, hingga UMKM.
Baca Juga: CBDK Bikin Heboh Pasar Saham: Transaksi Tembus Rp 1,31 Triliun
Ekspansi Strategis Lewat Akuisisi & Sewa Aset
Untuk memperkuat ekosistem MICE di PIK 2, CBDK juga melakukan akuisisi terhadap PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD) pada 18 Maret 2025. Dengan membeli 99% saham CKBD senilai Rp 99 juta, CBDK kini mengendalikan pengembangan hotel bintang lima dengan 250 kamar yang akan terintegrasi dengan NICE.
Hotel ini menjadi fasilitas pelengkap yang mendukung kegiatan MICE berskala nasional maupun internasional.
Di sisi lain, CBDK melalui anak usahanya, PT Industri Pameran Nusantara (IPN), juga menjalin perjanjian sewa lahan dengan PT Kukuh Mandiri Lestari (KML) pada 24 Maret 2025. IPN akan mengelola tanah seluas 187.740 meter persegi di Desa Salembaran Jaya, Tangerang, sebagai lokasi pengembangan infrastruktur pendukung NICE.
Baca Juga: CBDK Siap Buyback Saham Rp 1 Triliun, Apa Dampaknya?
Langkah ekspansi CBDK tak berhenti di sana. Pada 25 Maret 2025, perusahaan ini menyuntikkan modal sebesar Rp 308 miliar ke entitas anaknya, PT Mega Andalan Sukses (MAS), guna memperkuat struktur permodalan grup.
Integrasi Bisnis dan Visi Jangka Panjang
Menurut Corporate Secretary PANI, Christy Grassela, seluruh rangkaian transaksi ini menunjukkan keseriusan CBDK dalam membangun destinasi premium yang tidak hanya mendukung industri pariwisata, tapi juga kuliner, hiburan, dan bisnis di kawasan PIK 2.
Dengan strategi terintegrasi, CBDK tidak hanya menjual properti, tetapi menciptakan ekosistem yang memberikan nilai tambah berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam industri MICE nasional.
Lewat proyek NICE dan sejumlah akuisisi strategis, CBDK tidak sekadar hadir sebagai emiten properti biasa. Fokus pada recurring income, efisiensi aset, serta sinergi bisnis afiliasi menjadi pondasi pertumbuhan yang solid.
Investor pun kini memiliki opsi menarik di sektor properti berbasis event, terlebih saat momentum THR membuka peluang bagi aksi akumulasi saham potensial.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












