JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kembali mencuri perhatian dengan lonjakan 19,77% pada perdagangan Jumat (17/1/2025).
Saham ini ditutup di level Rp 10.450, menyentuh batas auto reject atas (ARA). Total transaksi saham CBDK mencapai 111,88 juta lembar dengan frekuensi 80.852 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,13 triliun.
Sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025, CBDK telah mencetak prestasi luar biasa. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan, saham ini terus mencatatkan ARA.
Dibandingkan harga IPO sebesar Rp 4.060, saham CBDK sudah melonjak 157,38%. Kapitalisasi pasar perusahaan kini mencapai Rp 59,24 triliun, menjadikannya salah satu emiten yang paling bersinar di awal tahun 2025.
Keuntungan Triliunan bagi Agung Sedayu dan Salim Group
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) merupakan anak usaha dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, bagian dari konglomerasi Agung Sedayu dan Salim Group.
PIK2 (PANI) menggenggam 45,90% saham CBDK atau setara 2,6 miliar lembar. Sementara itu, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya, entitas dari Grup Salim, masing-masing memiliki 22,05% atau setara 1,25 miliar lembar saham.
Dengan harga saham CBDK di level Rp 10.450, nilai kepemilikan PIK2 (PANI) mencapai Rp 27,19 triliun. Sementara itu, Agung Sedayu dan Tunas Mekar Jaya masing-masing mencatatkan nilai portofolio sebesar Rp 13,06 triliun.
Sebagai perbandingan, pada harga IPO Rp 4.060, nilai portofolio tersebut masing-masing hanya Rp 10,5 triliun untuk PIK2 (PANI) dan Rp 5,07 triliun untuk Agung Sedayu serta Tunas Mekar Jaya. Artinya, para pemilik saham mayoritas ini menikmati keuntungan triliunan hanya dalam sepekan sejak pencatatan saham CBDK.
IPO Fenomenal di Awal Tahun
Keberhasilan CBDK dalam menarik perhatian pasar tidak lepas dari reputasi kuat perusahaan induknya. Agung Sedayu, yang dipimpin oleh konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan, bersama dengan Anthoni Salim dari Salim Group, berhasil membangun kepercayaan investor.
Sinergi antara dua raksasa bisnis ini terbukti mampu membawa CBDK menjadi salah satu IPO paling fenomenal di awal 2025.
Analis pasar menyebutkan bahwa lonjakan harga saham CBDK didorong oleh ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan di sektor properti. Bangun Kosambi Sukses memiliki portofolio proyek strategis di kawasan Pantai Indah Kapuk, yang dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan properti premium di Indonesia.
Potensi Ke Depan
Dengan pencapaian ini, CBDK diprediksi akan terus menjadi incaran investor dalam beberapa pekan mendatang. Kendati demikian, para analis juga mengingatkan bahwa volatilitas harga saham IPO yang mencetak ARA beruntun perlu diantisipasi. Investasi di saham seperti ini memerlukan strategi jangka panjang yang matang.
IPO CBDK menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara Agung Sedayu dan Salim Group mampu menciptakan peluang besar bagi pasar modal Indonesia. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mencatatkan gain triliunan dan membawa CBDK ke level yang membanggakan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










