JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yang merupakan bagian dari grup Agung Sedayu dan Salim Group, mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) sahamnya dengan total nilai maksimal Rp 1 triliun.
Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar serta menjaga kepercayaan investor terhadap prospek bisnis yang berkelanjutan. Buyback ini juga menegaskan komitmen manajemen dalam mempertahankan stabilitas harga saham dan mencerminkan kepercayaan diri perusahaan terhadap fundamental bisnisnya.
Buyback Saham: Langkah Strategis CBDK
Manajemen CBDK menyampaikan bahwa keputusan untuk melakukan buyback bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara kondisi fundamental perusahaan dan pergerakan harga saham di pasar modal.
“Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan kondisi pasar saat ini serta mempertahankan tingkat kepercayaan pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (27/3/2025).
Pelaksanaan buyback saham ini akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 27 Maret 2025 hingga 26 Juni 2025.
Perjalanan Saham CBDK Pasca IPO
Sebagai anak usaha dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), CBDK baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025. Dengan harga IPO sebesar Rp 4.060 per lembar saham, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 2,3 triliun.
Pasca IPO, saham CBDK sempat mengalami lonjakan signifikan dan menyentuh level tertinggi Rp 10.450 pada 17 Januari 2025. Namun, setelahnya saham mengalami koreksi, sebelum akhirnya ditutup menguat 12,78% ke level Rp 5.075 pada perdagangan terakhir.
Indikasi Positif bagi Investor
Buyback saham yang dilakukan perseroan memberikan sinyal kuat kepada pasar bahwa CBDK memiliki likuiditas yang cukup untuk mengelola sahamnya tanpa mengganggu operasional dan ekspansi bisnis.
“Pelaksanaan pembelian kembali saham menunjukkan bahwa perseroan berada dalam kondisi keuangan yang sehat, memiliki fleksibilitas likuiditas, serta tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang,” tambah manajemen.
Dengan strategi ini, diharapkan kepercayaan investor terhadap CBDK semakin meningkat dan mampu mendukung stabilitas harga saham perseroan di tengah dinamika pasar modal yang terus berubah.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












