BisnisHeadlineProperti

CBDK Suntik Rp250 M ke NICE, Perkuat Dominasi MICE di PIK-2

441
CBDK Suntik Rp250 M ke NICE, Perkuat Dominasi MICE di PIK-2
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) suntik modal Rp250 miliar ke anak usaha IPN untuk operasional NICE PIK-2. Simak strategi penguatan struktur permodalan CBDK!

Ambisi MICE PIK-2: CBDK Suntik Modal Rp250 Miliar Perkuat Kapasitas NICE

JAKARTA – Emiten properti kebanggaan kawasan PIK-2, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), resmi mempertebal permodalan anak usahanya, PT Industri Pan Nusantara (IPN).

Langkah strategis ini diambil guna memacu operasional dan pengembangan fasilitas Nisantara International Convention & Exhibition (NICE) yang kini menjadi ikon baru di Central Business District (CBD) PIK-2.

Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, mengonfirmasi bahwa realisasi peningkatan modal tersebut telah dilakukan pada Jumat, 23 Januari 2026.

Struktur Modal IPN Melesat ke Rp8 Triliun

Dalam aksi korporasi ini, IPN menerbitkan sebanyak 14.705.883 saham Seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham, yang seluruhnya diserap oleh CBDK. Suntikan dana segar senilai Rp250 miliar ini secara otomatis meningkatkan modal dasar IPN secara signifikan.

Seiring dengan transaksi tersebut, IPN kini memiliki struktur permodalan yang jauh lebih kuat:

  • Modal Dasar Baru: Meningkat menjadi Rp8 triliun (sebelumnya Rp2,30 triliun).
  • Komposisi Saham: Terdiri atas 10.000 saham Seri A senilai Rp10 miliar dan 470.035.675 saham Seri B senilai Rp7,99 triliun.
  • Kepemilikan CBDK: Kini menguasai 149.741.558 saham Seri B, dengan persentase kepemilikan tetap dominan di angka 99,993%.

NICE: Amunisi Strategis Pendulang Cuan CBD PIK-2

Yohanes menjelaskan bahwa penguatan struktur modal ini krusial untuk menunjang kapasitas keuangan IPN dalam mengelola fasilitas MICE berskala internasional. Fasilitas NICE sendiri telah resmi beroperasi sejak akhir Agustus 2025.

“Peningkatan modal ini bertujuan mendukung operasional serta pengembangan lanjutan NICE, yang diharapkan menjadi elemen strategis dalam pertumbuhan kawasan CBD PIK-2,” ujar Yohanes dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Bagi para pelaku pasar modal, manuver CBDK ini menandakan kesiapan perusahaan dalam menangkap peluang industri event dan pameran internasional yang diprediksi akan terus tumbuh di sepanjang tahun 2026. Dengan dukungan infrastruktur PIK-2 yang masif, NICE diproyeksikan menjadi mesin pendapatan jangka panjang yang stabil bagi perseroan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version