JAKARTA, BursaNusantara.com – China kembali mengguncang pasar global dengan rencananya untuk merestrukturisasi industri baja yang masif. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kelebihan kapasitas yang telah lama menjadi sorotan dalam perdagangan internasional. Namun, Beijing tidak memberikan target spesifik terkait besaran pengurangan produksi.
Langkah Baru China dalam Restrukturisasi Baja
Sebagai produsen dan konsumen baja terbesar di dunia, China berencana “mendorong restrukturisasi industri baja melalui pengurangan produksi.” Pernyataan ini muncul dalam laporan resmi yang dirilis pada Rabu (5/3).
“Kami akan memperkenalkan kebijakan dan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah struktural di industri utama serta mengakhiri persaingan tidak sehat melalui regulasi dan peningkatan industri,” bunyi laporan tersebut.
Meski belum disebutkan secara spesifik jumlah produksi yang akan dikurangi, harga bahan baku baja telah mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Spekulasi menyebutkan bahwa Beijing mungkin memangkas sekitar 50 juta metrik ton produksi baja mentah.
Respons Pasar dan Reaksi Global
Langkah ini mengundang perhatian banyak pihak, terutama di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global akibat membanjirnya baja murah asal China ke pasar internasional.
Beberapa analis dan pelaku pasar terkejut dengan arahan yang lebih eksplisit dari pemerintah China terkait industri baja dalam laporan kali ini.
“Ini adalah sinyal tegas dari pemerintah bahwa mereka akan mengatur produksi baja tahun ini,” ujar Xu Xiangchun, Direktur Konten di perusahaan konsultan Mysteel.
Menurut analis dari Citi, ini adalah pertama kalinya Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) secara eksplisit mengusulkan pemangkasan produksi baja dalam rencana tahunan mereka sejak 2019.
Tekanan Ekonomi dan Perdagangan
Produsen baja China saat ini menghadapi tekanan besar akibat perlambatan di sektor properti yang berdampak pada konsumsi baja domestik. Selain itu, meningkatnya keluhan perdagangan dari berbagai negara terkait ekspor baja China juga menjadi tantangan tersendiri.
Beberapa negara tujuan ekspor utama China, seperti Vietnam dan Korea Selatan, telah menerapkan bea masuk anti-dumping terhadap beberapa produk baja China pada Februari lalu. Ini menunjukkan adanya upaya dari negara-negara mitra dagang untuk melindungi industri domestik mereka dari serbuan baja murah asal China.
Strategi China dalam Mengendalikan Produksi
Sejak 2021, Beijing telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan produksi baja guna mengurangi emisi karbon. Data resmi menunjukkan bahwa produksi baja China telah mengalami penurunan sebesar 5,6% dalam empat tahun terakhir, dari 1,065 miliar ton pada 2020 menjadi 1,005 miliar ton pada 2024.
Langkah terbaru ini menegaskan bahwa China tidak hanya berupaya mengatur pasokan baja dalam negeri, tetapi juga meredakan ketegangan perdagangan dengan negara-negara mitra.
Dampak bagi Industri Baja Global
Keputusan China untuk mengurangi produksi baja akan berdampak luas bagi pasar global, di antaranya:
1. Potensi Kenaikan Harga Baja Global
Dengan berkurangnya pasokan dari China, harga baja internasional berpotensi mengalami kenaikan, menguntungkan produsen di luar China.
2. Peluang bagi Industri Baja Negara Lain
Negara-negara seperti India dan Turki bisa mendapatkan keuntungan dari pengurangan ekspor China dengan meningkatkan produksi mereka.
3. Dampak terhadap Sektor Manufaktur
Industri yang bergantung pada baja murah dari China, seperti otomotif dan konstruksi, mungkin harus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi.
Langkah China dalam merestrukturisasi industri baja tanpa target pemangkasan yang jelas menimbulkan spekulasi di pasar. Dampaknya akan terasa tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga secara global. Negara-negara lain kini harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam dinamika perdagangan baja internasional.
Apakah kebijakan ini akan benar-benar mengurangi ketegangan perdagangan global atau justru menciptakan ketidakpastian baru? Pasar akan terus mencermati setiap langkah yang diambil oleh Beijing dalam beberapa bulan ke depan.












