Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Cinema XXI Bagikan Saham Treasuri, Simak Rasio dan Jadwalnya

96
×

Cinema XXI Bagikan Saham Treasuri, Simak Rasio dan Jadwalnya

Sebarkan artikel ini
Cinema XXI Bagikan Saham Treasuri, Simak Rasio dan Jadwalnya
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) distribusikan 1,69 miliar saham treasuri dengan rasio 50:1. Cek jadwal cum date dan dampak porsi publik di sini.

Penguatan Struktur Kepemilikan Tanpa Penambahan Modal Disetor

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berencana mendistribusikan seluruh saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada para pemegang saham perseroan.

Emiten pengelola jaringan bioskop Cinema XXI ini tercatat mengantongi sebanyak 1.698.015.400 lembar saham treasuri hingga periode 31 Januari 2026.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi pada Kamis (26/2/2026), jumlah tersebut setara dengan 2,03 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Saham treasuri yang akan dibagikan ini merupakan akumulasi dari aksi buyback yang telah dilakukan sejak 24 Maret 2025.

Manajemen menetapkan mekanisme distribusi secara proporsional dengan rasio pembagian sebesar 50:1 kepada seluruh pemegang saham yang berhak.

Melalui skema ini, setiap investor yang memiliki 50 lembar saham CNMA akan mendapatkan satu lembar saham treasuri tambahan.

Mekanisme Distribusi dan Ketentuan Pembulatan Saham

Pembagian saham tambahan ini akan dilakukan dengan sistem pembulatan ke bawah sesuai dengan rasio kepemilikan investor.

Perseroan tidak akan memberikan saham bagi pemegang saham dengan kepemilikan di bawah ambang batas rasio yang telah ditetapkan.

Menurut penjelasan manajemen Cinema XXI, sisa saham dari hasil pelaksanaan distribusi tersebut nantinya akan dijual kembali.

Penjualan sisa saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa sesuai ketentuan dalam POJK Nomor 29 Tahun 2023.

Penting untuk dicatat bahwa distribusi ini tidak akan mengubah total modal ditempatkan dan disetor oleh perseroan.

Hal tersebut dikarenakan saham yang dibagikan bukan merupakan emisi baru, melainkan saham hasil pembelian kembali di pasar sekunder.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan