JAKARTA, BursaNusantara.com – PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik senilai Rp79,22 miliar pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 46% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp54,19 miliar.
Pembiayaan kendaraan ramah lingkungan ini memberikan kontribusi sebesar 8% terhadap total pembiayaan baru CNAF di bulan Januari, menandakan minat yang meningkat dari masyarakat kelas menengah untuk berinvestasi dalam kendaraan listrik.
Kinerja Pembiayaan dan Pertumbuhan CNAF
Peningkatan Signifikan di Awal Tahun
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengungkapkan bahwa peningkatan nilai pembiayaan kendaraan listrik merupakan hasil dari strategi penawaran suku bunga yang lebih murah dibandingkan pembiayaan reguler. Selain itu, CNAF juga menawarkan opsi suku bunga 0% dengan syarat khusus guna menarik minat konsumen.
“Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan bahwa pasar potensial untuk produk ramah lingkungan sangat besar,” ujarnya dalam keterangan kepada media pada Jumat (21/2/2025).
Target Pembiayaan 2025
CNAF menargetkan pembiayaan baru kendaraan listrik sepanjang tahun 2025 mencapai senilai Rp665 miliar.
Target ini menunjukkan keyakinan perusahaan bahwa meskipun kontribusi kendaraan listrik saat ini masih relatif kecil, potensi pasar akan tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kendaraan ramah lingkungan.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong transformasi industri otomotif menuju era digital yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Faktor-Faktor Pendukung dan Strategi Perusahaan
Penawaran Suku Bunga Kompetitif
Salah satu kunci sukses pencapaian pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik oleh CNAF adalah strategi penawaran suku bunga yang kompetitif.
Dengan memberikan suku bunga yang lebih rendah dari pembiayaan reguler serta opsi suku bunga 0% untuk kondisi tertentu, CNAF berhasil menarik minat konsumen untuk memilih produk kendaraan listrik.
Strategi ini tidak hanya meningkatkan volume pembiayaan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam sektor pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.
Dukungan Infrastruktur dan Digitalisasi
CNAF juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman nasabah.
Integrasi teknologi digital dalam proses pengajuan, evaluasi, dan pencairan pembiayaan menjadi faktor pendukung utama dalam mengoptimalkan pelayanan. Dengan sistem yang lebih modern, CNAF dapat mengelola risiko secara lebih efektif, sehingga memperkuat kepercayaan investor dan konsumen.
Implikasi Ekonomi dan Dampak Sosial
Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Investasi Ramah Lingkungan
Peningkatan pembiayaan kendaraan listrik ini tidak hanya berdampak pada sektor otomotif, tetapi juga memiliki implikasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital secara keseluruhan.
Investasi dalam kendaraan listrik merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan, yang diharapkan dapat mengurangi emisi karbon serta mendukung inovasi teknologi.
Dampak pada Daya Beli Masyarakat
Dengan adanya pembiayaan yang lebih terjangkau untuk kendaraan listrik, masyarakat terutama di kalangan kelas menengah dapat mengakses produk ramah lingkungan dengan lebih mudah.
Hal ini berpotensi meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan sektor otomotif domestik. Selain itu, kebijakan pembiayaan yang mendukung kendaraan listrik juga berperan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pengurangan dampak perubahan iklim.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Mengatasi Volatilitas Pasar
Meskipun pencapaian pembiayaan sebesar Rp79,22 miliar menunjukkan tren positif, CNAF harus terus menghadapi tantangan di tengah fluktuasi pasar dan persaingan yang ketat.
Pengelolaan risiko yang cermat serta penyesuaian strategi penawaran akan menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan 46% yang telah dicapai pada Januari 2025.
Peluang Ekspansi dan Inovasi Produk
Target pembiayaan sebesar Rp665 miliar sepanjang 2025 membuka peluang besar bagi CNAF untuk mengembangkan portofolio produk dan memperluas pasar.
Dengan dukungan teknologi digital dan infrastruktur modern, CNAF diharapkan dapat mengoptimalkan layanan pembiayaan kendaraan listrik dan menciptakan ekosistem investasi yang lebih luas di sektor otomotif ramah lingkungan.
Pencapaian pembiayaan kendaraan listrik CNAF yang mencapai Rp79,22 miliar pada Januari 2025, dengan pertumbuhan 46% YoY, menunjukkan dinamika positif di sektor pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.
Dengan target pembiayaan sebesar Rp665 miliar di tahun 2025 dan strategi penawaran suku bunga yang kompetitif, CNAF berpotensi menjadi pendorong utama dalam transformasi industri otomotif dan ekonomi digital nasional.











