Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

CPIN Catat Laba Rp 3,7 Triliun di 2024, Melonjak 60%

141
×

CPIN Catat Laba Rp 3,7 Triliun di 2024, Melonjak 60%

Sebarkan artikel ini
CPIN Catat Laba Rp 37 Triliun Di 2024 Melonjak 60
Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) mencetak laba bersih Rp 3,7 triliun di 2024, naik 60% yoy, didorong pemulihan segmen broiler dan DOC.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada kuartal IV-2024, melonjak 114% secara kuartalan (qoq) dan berbalik untung dari rugi Rp 357 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hasil tersebut mendorong total laba bersih CPIN sepanjang 2024 menjadi Rp 3,7 triliun, mengalami pertumbuhan 60% secara tahunan (yoy). Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya, menyatakan bahwa capaian tersebut sesuai dengan ekspektasi Stockbit, yang mencapai 98% dari estimasi tahun 2024, serta melampaui estimasi konsensus yang hanya memperkirakan 115% dari estimasi.

Sponsor
Iklan

Pemulihan Segmen Broiler dan DOC

Kinerja kuat CPIN sepanjang 2024 didukung oleh perbaikan signifikan dalam segmen ayam pedaging (broiler) dan masih solidnya segmen pakan ternak (feed).

Laba usaha segmen broiler CPIN mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal IV-2024, menjadikannya laba usaha kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Secara keseluruhan, laba usaha segmen broiler tahun 2024 berbalik untung menjadi Rp 2 triliun, setelah mengalami kerugian sejak 2021-2023.

Di sisi lain, segmen day old chicks (DOC) juga mengalami peningkatan signifikan. Laba usaha DOC pada kuartal IV-2024 mencapai Rp 157 miliar, naik 137% qoq. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan harga rata-rata DOC sebesar 14% qoq menjadi Rp 6.144 per ekor. Sepanjang 2024, segmen DOC mencatatkan laba usaha Rp 461 miliar, berbalik dari rugi Rp 302 miliar pada 2023.

Performa Segmen Pakan dan Processed Chicken

Segmen pakan ternak (feed) juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan laba CPIN. Pada kuartal IV-2024, laba usaha segmen ini tumbuh 41% qoq atau 6% yoy menjadi Rp 1,2 triliun. Ekspansi margin laba usaha ke level 9,7%, naik 117 basis poin (bps) qoq atau 279 bps yoy, menjadi faktor utama pertumbuhan.

Peningkatan margin ini terjadi meskipun harga jagung sebagai bahan baku utama naik 5% qoq ke Rp 4.762/kg. Namun, stabilnya harga bungkil kedelai (soybean meal) membantu menekan biaya produksi.

Sementara itu, segmen processed chicken yang sebelumnya mengalami kerugian kuartalan berturut-turut sejak kuartal IV-2023, kini berhasil kembali mencatatkan laba usaha sebesar Rp 88 miliar pada kuartal IV-2024, dibandingkan dengan kerugian Rp 136 miliar pada kuartal IV-2023.

Rekomendasi Saham dan Target Harga

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perunggasan (poultry), mengingat potensi pertumbuhan yang menarik seiring dengan pemulihan daya beli dan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan buy saham CPIN, dengan target harga sebesar Rp 6.250 per saham. Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga mendapat rekomendasi buy, dengan target harga Rp 2.400 per saham.

Namun, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain harga DOC dan broiler yang lebih rendah dari ekspektasi, pemulihan daya beli yang lebih lambat, kenaikan biaya input, serta efektivitas program MBG yang tidak sesuai prediksi.

Dengan pencapaian ini, CPIN menunjukkan pemulihan yang kuat di sektor perunggasan dan pakan ternak, menjadikannya salah satu emiten yang patut diperhatikan oleh investor di tahun mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan