Anomali Pasar: Small Cap Melejit Saat IHSG Terperosok
JAKARTA, BursaNusantara.com – Fenomena anomali kembali menghiasi pasar modal Indonesia ketika indeks acuan tersungkur namun sejumlah saham berkapitalisasi kecil justru mencatat reli luar biasa.
Investor kini dihadapkan pada realita pasar yang kontradiktif di mana fundamental makro tertekan oleh aksi jual masif pemodal internasional.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 9-13 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 5,91 persen ke level 7.137,212.
Pelemahan ini menghapus penguatan pekan sebelumnya saat indeks masih bertengger di posisi 7.585,687.
Kapitalisasi pasar bursa kini tercatat berada di angka Rp12.678 triliun.
Kondisi pasar yang memerah ini tidak menyurutkan spekulasi pada saham-saham lapis kedua dan ketiga.
ALKA dan Deretan Saham yang Melawan Arus Pelemahan
Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) memimpin daftar penguatan tertinggi dengan lonjakan 65,15 persen selama sepekan.
Harga ALKA meroket dari Rp660 menjadi Rp1.090 per lembar saham di tengah anjloknya indeks.
Menyusul di posisi berikutnya, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menguat signifikan 43,09 persen menjadi Rp176.
Saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) juga mencatatkan performa impresif dengan kenaikan 36,27 persen ke level Rp139.
Emiten properti PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) turut melonjak 26,75 persen dari harga Rp3,850 menjadi Rp4,880 per saham.
Beberapa emiten lain seperti KUAS (+25,97%), RANC (+18,87%), dan YPAS (+17,27%) juga berhasil parkir di zona hijau.
Mengapa Transaksi Harian dan Arus Modal Asing Merosot?
Penurunan indeks pekan ini dibarengi dengan merosotnya aktivitas perdagangan di seluruh papan bursa secara drastis.
Rata-rata nilai transaksi harian terjun 31,10 persen menjadi Rp17,20 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp24,97 triliun.
Volume transaksi harian juga menyusut 25,49 persen menjadi rata-rata 31,55 miliar saham.
Menurut laporan BEI, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,56 triliun sepanjang pekan ini.
Kondisi tersebut berbalik arah dari posisi pekan lalu yang masih mencatatkan beli bersih (net buy) sekitar Rp2,23 triliun.
Sentimen kehati-hatian investor global tampak mendominasi pergerakan pasar seiring dengan keluarnya modal asing dari bursa domestik.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












