JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), dan Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita, menyambut baik kehadiran badan investasi baru ini.
Menurut Enggartiasto, Danantara diharapkan menjadi pendorong bagi perusahaan swasta untuk berkembang lebih besar serta membuka ruang luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin maju.
Dukungan Terhadap Peran Swasta dan UMKM
Enggartiasto Lukita menegaskan pentingnya kerjasama antara Danantara dan sektor swasta. Dalam acara BNI Investor Daily Roundtable di Jakarta pada Kamis (27/2/2025), ia menyatakan,
“(Kerjasama dengan swasta) ya, saya menyambut baik dengan catatan juga adalah yang skala menengah ke bawah yang bisa dilakukan swasta jangan diambil. Karena biarlah itu semua tumbuh berkembang.”
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa Danantara tidak hanya sebagai alat investasi, tetapi juga sebagai katalis untuk menguatkan ekosistem bisnis swasta.
Enggartiasto menekankan bahwa kesetaraan modal antara swasta dan BUMN akan mempercepat pelaksanaan proyek hilirisasi yang ditargetkan pemerintah, sehingga memberi nilai tambah yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Fleksibilitas dan Kolaborasi yang Diperlukan
Menurut Enggartiasto, salah satu kunci kesuksesan Danantara adalah fleksibilitas dalam kerja sama dengan sektor swasta. Ia menyoroti agar badan investasi ini tidak menghalangi peluang yang seharusnya dimiliki oleh pelaku usaha swasta dan UMKM.
“Swasta juga punya uang membesarkan ini, apalagi proyek-proyek hilirisasi bukan hanya yang ada sekarang tetapi ke depan seperti yang ditargetkan oleh pemerintah oleh Bapak Presiden itu usaha segera dilaksanakan dan memberikan nilai tambah yang besar sekali untuk itu.”
Enggartiasto mengajak agar Danantara memberikan dukungan yang fleksibel sehingga pihak swasta dapat mengoptimalkan peluang usahanya.
Dengan dukungan tersebut, proyek-proyek strategis yang telah direncanakan bisa segera direalisasikan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ia percaya bahwa melalui kerja sama yang harmonis, sektor swasta dan UMKM akan mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% seperti yang diharapkan oleh pemerintah.
Menjaga Peluang Usaha untuk Swasta
Di tengah berkembangnya integrasi antara BUMN dan swasta, Enggartiasto juga menekankan agar Danantara tidak mengambil alih peran yang seharusnya dijalankan oleh swasta dan UMKM.
Menurutnya, jika BUMN terus mendominasi, peluang usaha swasta bisa terhambat.
“Jadi dengan jawaban itu kita melegakanlah bagi swasta ya. Sekarang ini kan sampai cicit, tadi disampaikan nih di Angkasa Pura, yang ngitungin plastik saja harus sampai dibawa warung pun dipegang oleh cicitnya BUMN. Bagaimana, kapan UMKM dan swasta mau hidup untuk itu kan?”
Enggartiasto yakin bahwa dengan sinergi yang tepat antara Danantara dan sektor swasta, tidak hanya peluang usaha akan terbuka lebar, tetapi juga akan tercipta keseimbangan dalam pembangunan ekonomi nasional.
Melalui kolaborasi strategis, diharapkan investasi akan mengalir lebih lancar, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
Prospek Ekonomi dan Harapan ke Depan
Dalam konteks pembangunan nasional, peluncuran Danantara menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Enggartiasto menambahkan, badan investasi ini juga diharapkan mendorong peningkatan investasi swasta dalam proyek-proyek strategis, sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang signifikan.
“Dengan adanya dukungan yang optimal dan fleksibel, kami optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin merata dan UMKM serta sektor swasta akan mendapat kesempatan lebih besar untuk berkembang.”
Lebih jauh, Danantara diharapkan dapat menjadi jembatan antara modal pemerintah dan swasta, membantu menggenjot proyek-proyek infrastruktur serta pengembangan teknologi yang krusial untuk Indonesia.
Kesempatan untuk tumbuh secara bersamaan akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Peluncuran Danantara Indonesia merupakan momentum strategis untuk mendorong sinergi antara BUMN, swasta, dan UMKM.
Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita, menekankan bahwa dukungan fleksibel kepada sektor swasta akan membuka peluang usaha yang lebih besar dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kolaborasi yang harmonis, diharapkan proyek-proyek strategis dapat direalisasikan dengan optimal, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.











