BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

Danantara Tunggu Deal Final, Proyek CA-EDC TPIA Bernilai Rp13 Triliun

140
Danantara Tunggu Deal Final, Proyek CA-EDC TPIA Bernilai Rp13 Triliun
Danantara belum pastikan nilai investasi di proyek CA-EDC milik TPIA senilai Rp13 triliun. Proyek ini akan memperkuat rantai pasok kimia nasional dan target rampung 2027.

Danantara Masih Kaji Investasi Strategis di Proyek Kimia TPIA

JAKARTA, BursaNusantara.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum memutuskan besaran investasi yang akan dikucurkan ke proyek Pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC), meski nilai total proyek ini ditaksir mencapai US$800 juta atau sekitar Rp13 triliun.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menyatakan, pembahasan masih berlangsung dan keputusan akhir akan diumumkan setelah kesepakatan formal dicapai bersama manajemen anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Skema Investasi Belum Final, Portofolio atau Kontrol?

Pandu menyebutkan bahwa skema investasi yang dijajaki belum dapat dipastikan apakah bersifat controlling stake atau sekadar portofolio pasif.

Namun, ia menegaskan bahwa seluruh kesepakatan akan disampaikan terbuka kepada publik melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan bursa.

Langkah ini menunjukkan kehati-hatian Danantara dalam menempatkan modal di proyek strategis berskala global, mengingat posisi mereka sebagai investor institusional berbasis sovereign wealth.

Proyek CA-EDC Masuk Tahap Eksekusi, Capex TPIA Capai Rp6,3 Triliun

Pabrik CA-EDC yang dikelola PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha TPIA, masuk dalam agenda belanja modal perusahaan tahun 2025.

Manajemen TPIA mengalokasikan capital expenditure sebesar US$350–400 juta atau setara Rp5,5–6,3 triliun, yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur industri kimia dasar tersebut.

Pembangunan ini dijadwalkan tuntas pada 2027 dan diharapkan menjadi pengungkit penting dalam memperkuat rantai nilai industri petrokimia nasional dari hulu hingga hilir.

Multiplier Effect: dari Air Bersih hingga Tekstil

Direktur HR & Corporate Affairs Chandra Asri Group, Suryandi, menegaskan bahwa proyek CA-EDC memiliki efek berganda yang luas terhadap sektor hilir.

Produk utama pabrik ini akan digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai sektor, termasuk tekstil, pulp & paper, serta sistem pengolahan air bersih (water treatment).

Ia menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan semangat industrialisasi berkelanjutan yang tak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat fondasi kemandirian industri kimia nasional.

Dinasti Saham Prajogo Pangestu: Si ‘Bayi Naga’ Meroket, TPIA Stabil Tumbuh

Di tengah rencana ekspansi industri, saham-saham emiten yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu mencetak performa impresif hingga akhir Juli 2025.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang baru saja melantai di bursa pada 9 Juli 2025, mencetak reli luar biasa hingga 204,69% hanya dalam waktu sepekan.

Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin kinerja saham grup dengan pertumbuhan 114,05% secara year-to-date (ytd), diperdagangkan di level Rp1.965 per saham pagi ini.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang menjadi motor proyek CA-EDC, juga membukukan pertumbuhan positif 30,43% ytd dengan harga Rp9.625 per lembar saham, mencerminkan optimisme pasar terhadap kelanjutan ekspansi industri.

BREN Jadi Satu-satunya Saham yang Terkoreksi

Dari seluruh emiten milik Prajogo Pangestu, hanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menunjukkan kinerja negatif sejak awal tahun, dengan koreksi 19,95% dan harga saat ini Rp7.400 per saham.

Meski demikian, prospek jangka panjang sektor energi terbarukan masih menjadi perhatian investor institusi, termasuk kemungkinan keterlibatan Danantara di proyek sejenis ke depan.

Tawaran strategis dalam proyek CA-EDC akan menjadi penanda penting arah investasi sovereign wealth fund Indonesia dalam sektor hilir industri kimia sekaligus menjawab pertanyaan krusial: akankah Danantara memilih kendali, atau cukup sebagai katalis portofolio?

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version