DATA Genjot Ekspansi Jaringan Usai Serap Dana IPO
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Remala Abadi Tbk. (DATA), emiten penyedia layanan ISP dan solusi jaringan, resmi mengumumkan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) per Jumat, 4 Juli 2025.
Perseroan menghimpun dana IPO senilai Rp51,7 miliar dengan beban emisi Rp3 miliar.
Dana bersih yang diperoleh mencapai Rp48,69 miliar dan telah diserap sebesar Rp45,93 miliar.
Laporan ini menyoroti alokasi strategis dana IPO untuk mengakselerasi penguatan infrastruktur dan ekspansi digital.
Langkah ini menandai transformasi agresif DATA dalam menjawab tantangan konektivitas berbasis teknologi tinggi.
Akuisisi Fiber Media Jadi Langkah Awal
DATA mengalokasikan Rp19,97 miliar untuk mengambil alih saham PT Fiber Media Indonesia.
Aksi ini membuka peluang sinergi vertikal di sektor infrastruktur jaringan tetap kabel.
Fiber Media memiliki kapasitas backbone dan jaringan yang meluas di wilayah urban dan pinggiran kota.
Akuisisi ini mempercepat strategi DATA untuk memperkuat penetrasi layanan broadband kelas menengah atas.
Dengan memiliki jaringan sendiri, DATA mampu menurunkan biaya sewa dan meningkatkan margin laba.
Langkah ini juga menunjukkan preferensi DATA terhadap integrasi infrastruktur demi efisiensi operasional jangka panjang.
Investasi Infrastruktur Fisik Diperluas
Sejumlah Rp6,22 miliar dialokasikan untuk pembelian tiang fiber optic.
Langkah ini menggambarkan komitmen perseroan dalam memperluas jangkauan jaringan kabel tetap di kawasan pemukiman dan industri.
Fiber optic merupakan tulang punggung transmisi internet berkecepatan tinggi.
Investasi pada struktur fisik seperti tiang dan ducting menjadi aset penting bagi penguasaan jalur distribusi.
Sebesar Rp2,76 miliar juga telah direalisasikan untuk pelunasan pembelian cable duct.
Ducting menjadi infrastruktur pelindung vital bagi serat optik agar tahan terhadap gangguan cuaca dan risiko eksternal lainnya.
Langkah ini memberi sinyal bahwa DATA tengah memperkuat struktur bawah tanahnya untuk memastikan stabilitas koneksi dan skalabilitas jaringan.
Ekspansi Aset Properti Penunjang
Perseroan juga membeli dua ruko masing-masing di Tangerang dan Cibinong senilai total Rp976,6 juta.
Properti ini digunakan sebagai pusat layanan pelanggan dan node distribusi jaringan.
Dengan basis operasional fisik yang menyebar, DATA menargetkan respons yang lebih cepat terhadap permintaan instalasi dan maintenance pelanggan.
Lokasi strategis seperti Tangerang dan Cibinong menjadi kunci bagi pertumbuhan pelanggan ritel dan korporasi.
Investasi ini menunjukkan pendekatan bottom-up yang diterapkan DATA dalam menyesuaikan infrastruktur dengan sebaran permintaan layanan.
DWDM Jadi Prioritas Teknologi
Investasi terbesar kedua adalah pengadaan perangkat DWDM senilai Rp15,9 miliar.
Dense Wavelength-Division Multiplexing (DWDM) memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar melalui satu jalur serat optik.
Teknologi ini menjadi solusi utama bagi kebutuhan bandwidth tinggi dan efisiensi transmisi jarak jauh.
Langkah ini mengisyaratkan bahwa DATA tengah bersiap menggarap pasar enterprise dan cloud service provider.
Dengan DWDM, DATA tidak hanya memperluas kapasitas jaringan tetapi juga membuka kemungkinan untuk penyediaan layanan sewa kanal bandwidth ke mitra B2B.
Investasi ini menunjukkan pendekatan teknologi tinggi yang mulai menjadi fondasi ekspansi DATA di masa depan.
Dana Tersisa Tetap Dijaga di Instrumen Aman
Masih terdapat Rp2,76 miliar dana IPO yang belum digunakan.
Dana ini disimpan dalam instrumen keuangan pihak ketiga, yaitu bank yang tidak disebutkan namanya.
Penempatan dana di bank mengindikasikan pendekatan kehati-hatian dalam pengelolaan dana publik.
Belum digunakannya sisa dana ini juga menunjukkan bahwa perseroan menjaga fleksibilitas untuk kebutuhan mendadak atau peluang akuisisi jangka pendek lainnya.
Transparansi dalam pelaporan dana IPO menambah kredibilitas DATA di mata investor publik.
Arah Strategis: Menuju ISP Infrastruktur-Heavy
Pola belanja hasil IPO DATA mencerminkan strategi konsolidatif dan infrastruktur-heavy.
Dari akuisisi perusahaan jaringan hingga investasi DWDM, DATA bertransformasi dari sekadar penyedia layanan ISP ke arah pemain jaringan nasional.
Posisi ini memberikan leverage besar dalam membentuk layanan dengan SLA tinggi dan jangkauan luas.
Di tengah kompetisi ISP yang kian padat, penguasaan infrastruktur akan menjadi diferensiasi utama.
Langkah-langkah strategis DATA ini juga bisa membuka jalan bagi potensi kerjasama wholesale bandwidth atau kolaborasi multi-operator di masa mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












