HeadlineInternasional

DeepSeek Bawa Dana Investasi Kembali ke China

112
deepseek bawa dana investasi kembali ke china kompes
DeepSeek dorong arus dana ke China, mengalahkan India, dengan MSCI China unggul tiga bulan berturut-turut, menandakan stimulus ekonomi baru.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Terobosan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dihadirkan oleh DeepSeek telah mengubah lanskap investasi di Asia.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor global mulai mengalihkan dana mereka dari pasar India ke China. Pergerakan ini ditandai dengan akumulasi saham oleh hedge fund di pasar China dengan laju tercepat dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pasar saham India mengalami rekor eksodus uang tunai, disebabkan oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan makro yang melemah, pendapatan perusahaan yang melambat, dan mahalnya valuasi saham.

Data menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, pasar saham dalam dan luar negeri China menambah nilai lebih dari US$1,3 triliun, sedangkan pasar India menyusut lebih dari US$720 miliar.


DeepSeek Dorong Arus Dana ke China

Menurut Ken Wong, spesialis portofolio saham Asia di Eastspring Investments, DeepSeek telah menunjukkan bahwa China memiliki perusahaan-perusahaan kunci yang merupakan bagian penting dari ekosistem AI.

“DeepSeek telah membuktikan bahwa China benar-benar memiliki perusahaan yang membentuk bagian penting dari seluruh ekosistem AI,” kata Wong. Perusahaan-perusahaan tersebut semakin meningkatkan kepemilikan internet dan memfokuskan investasi pada sektor teknologi.

Sementara itu, saham-saham kecil di India yang telah naik jauh melampaui kelipatan valuasinya mulai dipangkas, sehingga menandai pergeseran signifikan dari poros investasi ke India menuju pasar China.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Dana

Beberapa faktor utama mendorong pergeseran arus dana dari India ke China, antara lain:

1. Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur

China telah melakukan evaluasi ulang terhadap fundamental investasinya, terutama di bidang teknologi. Dengan investasi besar dalam pengembangan infrastruktur, China kembali menarik minat investor global.

Di sisi lain, India yang berfokus pada pasar domestik dan memiliki belanja infrastruktur besar juga dianggap memiliki potensi sebagai pusat manufaktur alternatif, namun kekhawatiran makroekonomi membuat investor lebih berhati-hati.

2. Kebijakan dan Stimulus Ekonomi

DeepSeek menambah harapan akan stimulus ekonomi yang lebih besar di China, dengan kemungkinan pengumuman stimulus lebih lanjut.

Menurut Andrew Swan, kepala saham Asia ex-Jepang di Man Group, “Kebijakan akan bergeser ke arah konsumsi, dan upaya yang ditargetkan untuk menurunkan tingkat tabungan yang saat ini tinggi akan meningkatkan daya tarik investasi di China.”

Ini berbeda dengan India, yang sedang mengalami penurunan nilai pasar saham secara drastis.

3. Perbedaan Valuasi Pasar Saham

Indeks MSCI China saat ini diperdagangkan hanya pada 11 kali estimasi pendapatan ke depan, jauh lebih rendah dibandingkan dengan sekitar 21 kali untuk Indeks MSCI India.

Perbedaan valuasi inilah yang menambah daya tarik investasi di pasar China, memberikan potensi imbal hasil yang lebih menarik bagi investor.


Perbandingan Kinerja Pasar Saham: China vs. India

Analisis data Bloomberg mengungkapkan bahwa sebagian besar dana saham Asia telah mengurangi eksposur mereka pada saham India dan menambah investasi di saham China.

Dana The Man Asia Ex-Japan Equity, misalnya, meningkatkan eksposurnya di China dari 30% menjadi 40%, sementara mengurangi eksposur di India dari 21% menjadi 18%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa, dalam kondisi saat ini, China dianggap lebih menarik dalam hal risiko-imbal hasil dibandingkan India.

Selain itu, meskipun ada skeptisisme dari beberapa pedagang yang pernah kecewa dengan reli China di masa lalu, pergerakan positif baru-baru ini, seperti peningkatan nilai pasar Alibaba sebesar US$100 miliar dalam lima minggu terakhir dan masuknya Indeks Hang Seng Tech ke dalam pasar bullish, semakin menegaskan bahwa “kembalinya China” sudah menjadi kenyataan.

Hal ini mengindikasikan bahwa, meskipun dinamika global terus berubah, fundamental ekonomi China yang kuat dan fokus pada teknologi akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar.


Pandangan Analis dan Prospek Investasi

Vivek Dhawan, manajer dana di Candriam, menyatakan bahwa perkembangan terkait DeepSeek kemungkinan besar akan meningkatkan ekonomi dan pasar China secara signifikan.

“Jika Anda menggabungkan semua bagian, China menjadi lebih menarik daripada India dalam kondisi saat ini dalam hal risiko-imbal hasil,” ujarnya.

Meski demikian, Aidan Yao, pakar strategi investasi senior Asia di Amundi SA, menekankan bahwa dinamika eksternal, seperti tarif tambahan 10% yang diberlakukan oleh Trump, tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh investor.

Helen Zhu, kepala investasi di Nan Fung Trinity HK Ltd, juga menyoroti adanya ketidakpastian apakah keberhasilan AI DeepSeek dapat diulang dalam jangka menengah hingga panjang.

“Pada akhirnya, Anda tidak benar-benar tahu apa saja peluang monetisasi potensial,” katanya. Meskipun demikian, tren pengalihan dana ke China sudah menunjukkan bahwa investor semakin optimistis terhadap fundamental pasar China.


Terobosan DeepSeek telah membawa perubahan signifikan dalam alokasi dana investor global, dengan banyak hedge fund dan dana saham Asia mengalihkan investasi dari India ke China.

Penurunan nilai pasar saham India, yang menyusut lebih dari US$720 miliar, kontras dengan pertumbuhan nilai pasar saham China yang bertambah lebih dari US$1,3 triliun hanya dalam sebulan terakhir.

Perbedaan valuasi antara MSCI China yang diperdagangkan pada 11 kali estimasi pendapatan ke depan dan MSCI India yang mencapai 21 kali, serta ekspektasi stimulus ekonomi lebih lanjut, semakin menambah daya tarik investasi di China.

Meskipun terdapat kekhawatiran terkait dinamika eksternal dan kebijakan tarif, prospek jangka panjang menunjukkan bahwa pasar China, terutama di sektor teknologi dan energi terbarukan, akan terus berkembang.

Dengan dukungan perkembangan teknologi DeepSeek, investor global dapat melihat peluang baru yang lebih menguntungkan di pasar China.

Perbedaan kondisi pasar antara China dan India memberikan gambaran bahwa saat ini China lebih unggul dari segi fundamental dan valuasi, sehingga menjadi pilihan investasi yang menarik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version