Geser Kebawah
Internasional

Defisit Anggaran AS Sentuh Rekor Baru di Awal 2025

169
×

Defisit Anggaran AS Sentuh Rekor Baru di Awal 2025

Sebarkan artikel ini
Defisit Anggaran AS Sentuh Rekor Baru Di Awal 2025
Defisit anggaran AS lima bulan pertama 2025 mencapai US$ 1,147 triliun, didorong oleh kenaikan belanja dan suku bunga utang.

WASHINGTON, BursaNusantara.com – Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) untuk lima bulan pertama tahun fiskal 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 1,147 triliun. Menurut Departemen Keuangan AS, angka ini termasuk defisit bulan Februari sebesar US$ 307 miliar, yang mengalami peningkatan 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Defisit Anggaran Capai Level Tertinggi

Periode Oktober hingga Februari 2025 mencatat defisit lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya, yaitu US$ 1,047 triliun yang terjadi pada tahun fiskal 2021. Saat itu, tingginya pengeluaran pemerintah AS dipicu oleh stimulus pandemi COVID-19. Namun, defisit kali ini lebih disebabkan oleh peningkatan belanja dan pembayaran bunga utang yang membengkak.

Sponsor
Iklan

Dalam laporan terbarunya, Departemen Keuangan AS mengungkapkan bahwa kenaikan defisit Februari dipicu oleh lonjakan pengeluaran untuk bunga utang, Jaminan Sosial, serta tunjangan kesehatan, yang melampaui pertumbuhan pendapatan negara. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, yang baru kembali menjabat dan berjanji untuk menekan belanja negara.

Pendapatan Negara Meningkat, Tapi Tidak Cukup

Meski defisit anggaran meningkat, penerimaan negara pada Februari 2025 justru mencatatkan rekor tertinggi untuk bulan tersebut, yakni mencapai US$ 296 miliar, meningkat 9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, pengeluaran juga melonjak hingga US$ 603 miliar, naik 6% dari tahun sebelumnya, menyebabkan kesenjangan fiskal semakin melebar.

Hingga saat ini, pendapatan negara sepanjang tahun fiskal mencapai US$ 1,893 triliun, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran meningkat jauh lebih signifikan, yakni sebesar 13% menjadi US$ 3,039 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi pertumbuhan belanja negara.

Kebijakan Tarif dan Efeknya

Pada awal Februari 2025, Trump menerapkan tarif tambahan sebesar 10% terhadap impor dari Tiongkok. Namun, menurut Departemen Keuangan, dampak dari kebijakan ini terhadap penerimaan bea cukai belum terlihat secara signifikan dalam laporan keuangan Februari. Data baru kemungkinan akan menunjukkan efeknya pada laporan bulan Maret mendatang.

Secara keseluruhan, penerimaan bea cukai AS tercatat sebesar US$ 7,25 miliar pada Februari, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Februari 2024 yang mencapai US$ 6,21 miliar.

Pemangkasan Anggaran dan Kontroversi DOGE

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintahan Trump dalam mengurangi defisit adalah memangkas pengeluaran pemerintah melalui kebijakan yang disebut sebagai Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang diketuai oleh Elon Musk. DOGE menargetkan pemangkasan anggaran di berbagai sektor, termasuk Departemen Pendidikan dan bantuan luar negeri.

Pada Februari 2025, pengeluaran Departemen Pendidikan turun menjadi US$ 8 miliar dari sebelumnya US$ 14 miliar. Selain itu, pengeluaran Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) juga mengalami pemotongan signifikan, dari US$ 542 juta pada Februari 2024 menjadi US$ 226 juta pada bulan yang sama tahun ini.

Namun, meskipun ada pemangkasan di beberapa sektor, lonjakan biaya bunga utang dan peningkatan pembayaran Jaminan Sosial tetap mendorong total belanja negara ke level yang lebih tinggi. Untuk tahun fiskal berjalan, pembayaran bunga utang telah mencapai US$ 478 miliar, naik 10% dari tahun lalu, dan melampaui anggaran pertahanan AS yang sekitar US$ 380 miliar.

Tantangan Fiskal ke Depan

Komite Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab menyebutkan bahwa saat ini pemerintah AS meminjam sekitar US$ 8 miliar per hari. Presiden kelompok tersebut, Maya MacGuineas, mengungkapkan keprihatinannya terhadap peningkatan utang AS yang terus berlanjut tanpa adanya langkah konkret untuk menekan pengeluaran.

Dengan terus meningkatnya beban bunga utang dan pengeluaran sosial, tantangan utama bagi pemerintahan Trump adalah menemukan keseimbangan antara pemangkasan anggaran dan menjaga stabilitas ekonomi. Ke depan, kebijakan fiskal yang diterapkan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah perekonomian AS di tengah ketidakpastian global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru