Ekonomi Makro

Deflasi Dua Bulan Beruntun, Bank Indonesia Yakinkan Stabilitas Daya Beli

120
Deflasi Dua Bulan Beruntun, Bank Indonesia Yakinkan Stabilitas Daya Beli
Bank Indonesia menyatakan deflasi dua bulan beruntun di awal 2025 bukan akibat daya beli yang melemah, tetapi dipengaruhi oleh faktor lain, termasuk kebijakan tarif listrik.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa deflasi yang terjadi dalam dua bulan beruntun, yakni Januari dan Februari 2025, bukan disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat.

Tren Deflasi Awal 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Januari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,76% month to month (mtm), sedangkan pada Februari deflasi tercatat sebesar 0,48% mtm. Kendati demikian, BI menyatakan bahwa kondisi ini tidak mencerminkan penurunan daya beli, melainkan dipengaruhi oleh faktor lain.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa BI lebih melihat inflasi inti sebagai indikator utama daya beli masyarakat. Hal ini dikarenakan inflasi inti mencerminkan interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar.

Inflasi Inti Tetap Stabil

Pada Februari 2025, inflasi inti justru mengalami kenaikan sebesar 0,25% mtm dan 2,48% year on year (yoy). Menurut Juli, angka ini masih berada dalam kisaran yang rendah dan stabil, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.

“Terkait inflasi inti sendiri sampai dengan Februari, inflasi inti secara tahunan ada di kisaran 2,5% atau di 2,48%. Jadi masih di angka yang rendah dan stabil,” ujar Juli dalam Taklimat Media, Kamis (6/3).

Penyebab Utama Deflasi

Juli menyebut bahwa deflasi dua bulan beruntun lebih disebabkan oleh kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50% yang diberlakukan oleh pemerintah pada periode Januari-Februari 2025. Selain itu, deflasi pada Februari juga disebabkan oleh penurunan harga dalam kelompok administered prices, terutama tarif listrik.

Sementara itu, dari kelompok volatile food, penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti daging ayam ras, bawang merah, dan aneka cabai, yang turut memberikan kontribusi terhadap tren deflasi.

Strategi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Harga

BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dengan pemerintah pusat dan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai wilayah.

Ke depan, Bank Indonesia optimistis bahwa inflasi tetap akan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada tahun 2025. Dengan demikian, kondisi perekonomian nasional diharapkan tetap stabil dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version