Geser Kebawah
BankKeuanganLainnya

Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton, Minat Naik

635
×

Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton, Minat Naik

Sebarkan artikel ini
Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton, Minat Naik
Pegadaian catat lonjakan minat investasi emas. Transaksi Deposito Emas tembus 1 ton usai diresmikan Presiden Prabowo.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Minat masyarakat terhadap investasi emas kian melonjak seiring meningkatnya ketidakpastian global.

PT Pegadaian mencatat tonggak baru dengan menembus angka 1 ton transaksi Deposito Emas sejak diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

Sponsor
Iklan

Fenomena ini menjadi refleksi nyata dari pergeseran preferensi publik terhadap aset lindung nilai yang stabil dan aman di tengah tekanan geopolitik dan perdagangan global.

Lonjakan Permintaan Emas di Tengah Krisis Global

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyatakan bahwa emas kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari perlindungan nilai aset.

Ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China turut memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi safe haven yang diandalkan.

“Transaksi Deposito Emas kami kini sudah mencapai posisi 1 ton. Ini membuktikan masyarakat makin sadar pentingnya investasi berbasis emas, bukan hanya dalam bentuk fisik tetapi juga digital,” ujar Damar dalam pernyataannya.

Produk Deposito Emas menjadi solusi strategis dari Pegadaian yang mengombinasikan kemudahan menabung emas secara digital dengan keuntungan dari simpanan berjangka. Damar menambahkan, tren positif ini menunjukkan bahwa edukasi keuangan dan literasi investasi mulai membuahkan hasil.

Tabungan Emas Digital Melonjak Drastis

Selain Deposito Emas, Pegadaian juga mengalami lonjakan transaksi pada produk Tabungan Emas. Sepanjang April 2025, nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun, meningkat tajam dibandingkan rata-rata bulanan sebelumnya di kisaran Rp380 miliar.

“Kami optimis tren ini akan terus naik dan bahkan bisa mencapai kenaikan hingga 10 kali lipat di akhir bulan. Masyarakat sudah tidak ragu lagi untuk berinvestasi emas secara digital,” jelas Damar.

Pegadaian menerapkan sistem jaminan 1:1 dalam setiap transaksi emas, yang berarti seluruh emas yang dibeli secara digital telah tersedia dalam bentuk fisik di Pegadaian. Hal ini memperkuat kepercayaan publik terhadap keandalan dan transparansi layanan yang ditawarkan.

Digitalisasi Investasi dan Komitmen Literasi Keuangan

Damar menekankan bahwa masyarakat tidak perlu lagi menunggu untuk membeli emas fisik. Produk seperti Cicil Emas dan Tabungan Emas memberikan fleksibilitas dalam berinvestasi, bahkan dengan nominal yang terjangkau.

“Pegadaian ingin meng-EMAS-kan Indonesia. Kami mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan literasi keuangan dan kemudahan akses masyarakat terhadap produk keuangan yang aman dan terpercaya,” imbuhnya.

Keunggulan emas sebagai aset investasi terletak pada likuiditas tinggi, daya tahan terhadap inflasi, serta kestabilan nilainya dalam berbagai kondisi pasar. Di tengah ketidakpastian arah suku bunga global dan gejolak geopolitik, instrumen ini semakin dilirik berbagai kalangan, dari milenial hingga pensiunan.

Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM, Pegadaian juga menjalankan peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan dan menyediakan akses layanan keuangan yang terjangkau hingga ke pelosok tanah air.

Dengan pencapaian terbaru ini, Pegadaian tidak hanya mempertegas posisinya sebagai pelopor Bank Emas nasional, namun juga menjadi katalisator bagi lahirnya masyarakat investor emas yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru